Eksistensi organisasi kepemudaan di Indonesia tengah menghadapi persimpangan jalan antara mempertahankan tradisi nilai dan melakukan akselerasi digital. Dalam lanskap ini, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) muncul sebagai entitas krusial, mengingat posisinya sebagai organisasi pelajar putri terbesar di tanah air yang bernaung di bawah payung besar Nahdlatul Ulama (NU). Dinamika kepemimpinan nasional di dalam tubuh IPPNU mencapai babak baru ketika Whasfi Velasufah, seorang kader asal Kudus, terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) IPPNU masa khidmah 2022-2025 dalam Kongres ke-XIX yang diselenggarakan di Jakarta.1
Terpilihnya sosok yang akrab disapa Vela ini tidak hanya merepresentasikan kemenangan elektoral dalam mekanisme organisasi, tetapi juga menandai pergeseran gaya kepemimpinan yang lebih teknokratis namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai pesantren. Sebagai mandataris kongres, Vela memikul tanggung jawab untuk mengelola jutaan kader dari tingkat pusat hingga komisariat di pelosok negeri, di tengah tantangan global yang semakin kompleks.4 Laporan ini bermaksud untuk membedah secara mendalam bagaimana identitas "Santri Kudus", rekam jejak pendidikan, dan visi strategis Vela membentuk arah baru bagi pemberdayaan perempuan muda di Indonesia.
Bab I: Pendahuluan
Latar Belakang: Evolusi IPPNU dan Momentum Kongres Jakarta
IPPNU telah lama berdiri sebagai pilar utama dalam sistem kaderisasi Nahdlatul Ulama, dengan mandat khusus untuk membina pelajar putri, santriwati, dan mahasiswi.7 Dalam sejarahnya, organisasi ini telah bertransformasi dari sekadar wadah silaturahmi menjadi mesin sosial yang berpengaruh dalam isu-isu pendidikan, kesehatan, dan perlindungan perempuan. Kongres XIX IPPNU yang diadakan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta pada Agustus 2022, menjadi titik balik penting setelah masa pandemi yang menuntut organisasi untuk mendefinisikan ulang strategi pergerakannya.2
Whasfi Velasufah terpilih di tengah kompetisi yang demokratis, meraih dukungan signifikan sebanyak 285 suara dari total 346 suara yang sah.1 Kemenangan ini mencerminkan keinginan kolektif para kader untuk melihat IPPNU dipimpin oleh sosok yang memiliki pemahaman organisatoris mendalam dan visi intelektual yang modern. Vela, yang lahir di Kudus pada tahun 1995, membawa identitas kedaerahan yang kuat yang kemudian disintesiskan ke dalam platform kepemimpinan nasional.1
Signifikansi Sosok: Representasi Santri Kudus dalam Kepemimpinan Nasional
Identitas "Santri Kudus" bukan sekadar label geografis, melainkan sebuah konstruksi nilai yang unik. Kudus, sebagai kota yang memiliki sejarah panjang dalam dakwah Islam melalui figur Sunan Kudus, telah melahirkan karakter santri yang moderat, mandiri, dan adaptif terhadap dunia usaha atau perdagangan—sebuah konsep yang sering disebut dengan filosofi "Gusjigang" (Bagus, Ngaji, Dagang). Signifikansi Vela terletak pada kemampuannya membawa mentalitas kemandirian dan kedisiplinan santri Kudus ke dalam struktur organisasi pimpinan pusat yang seringkali kental dengan nuansa birokrasi.1
Pengaruh budaya ini sangat krusial dalam membentuk cara Vela memandang kesetaraan gender dan pemberdayaan ekonomi perempuan muda. Di tingkat nasional, ia menjadi representasi bahwa kader daerah memiliki kapasitas intelektual dan manajerial yang kompetitif untuk memimpin organisasi berskala masif.5
Tujuan Riset: Dekonstruksi Strategi Penguatan Organisasi
Riset ini bertujuan untuk menganalisis strategi-strategi penguatan organisasi yang diterapkan di bawah kepemimpinan Vela. Fokus utama analisis mencakup digitalisasi administrasi, advokasi isu-isu strategis seperti kesehatan reproduksi dan pencegahan pernikahan dini, serta pengelolaan diplomasi internasional yang menempatkan muslimah muda Indonesia di panggung global.4 Analisis ini juga akan mengeksplorasi bagaimana landasan legal negara dan kaidah fiqh Islam diintegrasikan dalam setiap kebijakan organisasi.
Bab II: Profiling & Akar Budaya "Santri Kudus"
2.1 Identitas sebagai Perempuan Santri
Nilai Moderasi (Wasathiyah) dalam Perspektif Gender
Akar pendidikan Vela yang sepenuhnya berada di lingkungan madrasah dan pesantren memberikan landasan teologis yang sangat kokoh. Menempuh pendidikan dasar di MI NU Tsamrotul Wathan Kudus dan kemudian di MTs Al Nahdlah Islamic Boarding School Depok, Vela terpapar pada dialektika keislaman yang menekankan pada nilai Wasathiyah atau moderasi.5 Pendidikan di MA NU Banat Kudus—sebuah institusi pendidikan putri yang bergengsi di bawah naungan NU—semakin memperkuat pemahamannya tentang peran perempuan dalam Islam.8
Perspektif gender yang ia bawa bukanlah feminisme liberal yang tercerabut dari akar agama, melainkan kesetaraan yang berbasis pada keadilan relasional dalam Islam. Ia memandang bahwa perempuan santri memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk mengakses ilmu pengetahuan dan posisi strategis tanpa harus meninggalkan prinsip-prinsip syariah. Nilai-nilai ini menjadi panduan dalam merumuskan kebijakan di IPPNU yang inklusif namun tetap memegang teguh identitas pesantren.5
Koneksi Lokal Kudus: Mentalitas Kemandirian dan Tradisi Dagang
Budaya Kudus memberikan pengaruh yang khas pada karakter manajerial Vela. Kudus dikenal sebagai "Kota Santri" sekaligus "Kota Dagang". Mentalitas kemandirian ekonomi yang melekat pada masyarakat Kudus ditransformasikan oleh Vela menjadi semangat kewirausahaan bagi kader IPPNU. Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan pentingnya organisasi untuk mandiri secara ekonomi agar tidak tergantung pada bantuan pihak luar, yang pada gilirannya akan menjaga independensi gerakan.16
Koneksi lokal ini juga terlihat dalam gaya komunikasinya yang cenderung lugas namun tetap mengedepankan etika santri. Hal ini membantu dalam membangun konsolidasi organisasi yang efektif, di mana instruksi pimpinan pusat dapat diterima dengan baik oleh pimpinan di tingkat daerah karena adanya kesamaan frekuensi kultural.1
2.2 Transformasi dari Daerah ke Nasional
Rekam Jejak Kaderisasi: Proses Organic Leadership
Karier Vela dalam organisasi merupakan contoh nyata dari proses organic leadership. Ia tidak muncul secara tiba-tiba di tingkat nasional melalui jalur pintas. Rekam jejaknya dimulai dari tingkat paling dasar, yakni Pimpinan Komisariat (PK) di MA NU Banat Kudus.5 Pengalaman dari bawah ini memberinya perspektif langsung mengenai problematika yang dihadapi pelajar putri di tingkat sekolah.
Kariernya terus menanjak dengan menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPPNU Tangerang Selatan dan terlibat dalam departemen kaderisasi Pimpinan Wilayah (PW) IPPNU Banten.15 Sebelum terpilih menjadi Ketua Umum, ia telah mengabdi di jajaran Pimpinan Pusat sebagai bagian dari departemen kaderisasi periode 2015-2018 dan menjabat sebagai Bendahara Umum PP IPPNU periode 2019-2022.7 Posisi strategis sebagai Bendahara Umum memberinya keunggulan dalam memahami mekanisme keuangan dan operasional organisasi secara makro sebelum akhirnya ia memimpin sebagai Ketua Umum.7
Visi Intelektual: Pendidikan sebagai Basis Kebijakan Data
Vela menonjol di antara pemimpin pemuda lainnya karena kombinasi latar belakang pendidikan agama dan sains yang kuat. Lulus dari Jurusan Kimia di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (beberapa sumber menyebutkan IIQ sebagai basis pendidikan Al-Qur'an dan UNUSIA dalam konteks studi pascasarjana), ia memiliki kerangka berpikir yang analitis dan berbasis data.4 Saat ini, ia tengah menempuh studi pascasarjana di Sekolah Ilmu Lingkungan, Universitas Indonesia (UI).4
Visi intelektualnya tercermin dalam cara ia merumuskan program kerja yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi didasarkan pada kajian ilmu pengetahuan. Sebagai mahasiswa UI, ia membawa budaya riset dan metodologi yang ketat ke dalam pengambilan keputusan organisasi. Hal ini sangat krusial dalam menghadapi isu-isu global seperti perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan, di mana IPPNU mulai berperan aktif di bawah arahannya.17
Bab III: Kepemimpinan Pemuda Perempuan (PP IPPNU)
3.1 Visi "Pelajar Berdaya, Bangsa Berjaya"
Di bawah kepemimpinan Vela, IPPNU mengusung visi besar untuk menciptakan pelajar yang berdaya secara intelektual, spiritual, dan ekonomi guna mendukung kejayaan bangsa. Visi ini diturunkan ke dalam jargon "IPPNU Progresif", yang merupakan akronim dari prinsip-prinsip pergerakannya: Pelajar Responsif, terOrganisir, Empower (Pemberdayaan), Inovatif, dan Sustainability (Keberlanjutan).4
Digitalisasi Organisasi: Adaptasi Teknologi di Tubuh IPPNU
Salah satu capaian paling revolusioner dalam masa jabatan Vela adalah upaya digitalisasi organisasi yang masif. Menyadari bahwa IPPNU memiliki jutaan kader yang tersebar di wilayah yang sangat luas, Vela mendorong penggunaan teknologi untuk merapikan administrasi dan pendataan anggota. Program pendataan digital yang diinisiasi bertujuan untuk menciptakan profil kader yang akurat, sehingga kebijakan kaderisasi dapat dilakukan secara lebih tertarget.4
Literasi media sosial juga menjadi fokus utama. IPPNU di bawah Vela tidak hanya menggunakan media sosial sebagai alat publikasi, tetapi juga sebagai ruang dakwah dan edukasi bagi pelajar putri di seluruh Indonesia. Hal ini terlihat dari aktifnya berbagai platform digital IPPNU dalam menyebarkan konten-konten moderasi beragama yang dikemas secara menarik bagi generasi milenial dan Gen Z.5
Isu Strategis: Advokasi Kesehatan dan Perlindungan Perempuan
Vela menunjukkan komitmen yang kuat terhadap isu-isu krusial yang menyentuh langsung kehidupan pelajar putri. Isu-isu tersebut meliputi:
Kesehatan Reproduksi: Melalui pengembangan aplikasi seperti HEROIC (Health Education Remaja dan Online Interactive Counseling), IPPNU berupaya memberikan akses informasi kesehatan yang valid dan mudah diakses bagi remaja putri.13
Pencegahan Pernikahan Dini: Vela secara aktif membawa IPPNU berkolaborasi dalam Gerakan Keluarga Maslahah Nahdlatul Ulama (GKMNU) untuk menekan angka pernikahan usia anak yang masih tinggi di berbagai daerah.20
Kekerasan Seksual: Dalam forum-forum organisasi, ia menekankan pentingnya menciptakan "ruang aman" di lingkungan pendidikan dan pesantren agar pelajar putri terhindar dari segala bentuk kekerasan dan perundungan.21
3.2 Manajemen Konflik & Konsolidasi
Memimpin Jutaan Kader dengan Keberagaman Budaya
Sebagai Ketua Umum, Vela harus mengelola keragaman budaya dari kader yang berasal dari Sabang sampai Merauke. Perbedaan latar belakang budaya ini seringkali menjadi tantangan dalam proses konsolidasi. Strategi yang ia gunakan adalah pendekatan dialogis dan penguatan nilai-nilai dasar NU yang menyatukan. Ia secara rutin melakukan kunjungan ke berbagai wilayah untuk memastikan bahwa kebijakan pimpinan pusat dipahami dan dapat diimplementasikan sesuai konteks lokal masing-masing daerah.5
Kemampuannya dalam melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala membantu dalam memitigasi potensi konflik internal dan memastikan roda organisasi tetap berjalan pada jalurnya. Hal ini menjadi bukti kapasitas manajerialnya dalam memimpin organisasi kepemudaan dengan struktur yang kompleks.5
Bab IV: Peran dalam Pembangunan Nasional & Hubungan Negara
4.1 Posisi Strategis di Tengah Isu Global
Diplomasi Pemuda: Mewakili Muslimah Muda di Panggung Dunia
Whasfi Velasufah telah berhasil menempatkan IPPNU sebagai representasi muslimah muda Indonesia yang moderat di tingkat internasional. Keterlibatannya sebagai delegasi dalam forum bergengsi seperti ECOSOC Youth Forum di Markas Besar PBB, New York, pada tahun 2023, menunjukkan pengakuan dunia terhadap kiprahnya.14 Dalam forum tersebut, ia menyuarakan aspirasi pemuda Indonesia terkait pembangunan berkelanjutan dan kesetaraan gender, memberikan citra positif tentang Islam Indonesia yang damai dan inklusif.14
Kemitraan Strategis dengan Pemerintah
IPPNU di bawah kepemimpinan Vela menjalin hubungan yang sangat produktif dengan berbagai instansi pemerintah. Sinergi ini dilakukan untuk memastikan program-program organisasi selaras dengan agenda pembangunan nasional.
Melalui kemitraan ini, IPPNU dipercaya untuk mengeksekusi berbagai program strategis pemerintah, seperti sosialisasi kesehatan remaja dan pencegahan stunting, yang menunjukkan bahwa organisasi ini adalah mitra vital negara dalam pembangunan sumber daya manusia.20
Bab IV: Dasar Legal & Landasan Organisasi
5.1 Landasan Hukum & Konstitusi Organisasi
PD/PRT IPPNU: Mandat dan Struktur Kekuasaan
Operasional IPPNU secara ketat diatur oleh Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) hasil kongres. Dokumen ini memberikan legitimasi dan mandat kekuasaan kepada Ketua Umum untuk memimpin organisasi selama masa jabatannya.7 PD/PRT mengatur mekanisme pengambilan keputusan, jenjang kaderisasi, serta batasan-batasan wewenang pimpinan di setiap tingkatan. Dalam masa kepemimpinan Vela, penguatan terhadap kepatuhan PD/PRT menjadi prioritas untuk menciptakan organisasi yang profesional dan tertib administrasi.19
UU No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan
Secara eksternal, posisi IPPNU diakui oleh negara sebagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP). Hal ini didasarkan pada UU No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan yang mengatur tentang peran, tanggung jawab, dan hak pemuda dalam pembangunan.26 Berdasarkan undang-undang ini, IPPNU memiliki akses untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah maupun pusat dalam pelayanan kepemudaan, penyediaan sarana prasarana, serta pengembangan potensi pemuda.24
5.2 Landasan Nilai (Kaidah Fiqh)
Mabadi Khaira Ummah: Etika dalam Menggerakkan Organisasi
Selain landasan hukum positif, IPPNU menggunakan nilai-nilai etika Islam yang dikenal sebagai Mabadi Khaira Ummah sebagai panduan perilaku kader dan pimpinan. Prinsip-prinsip ini meliputi:
As-Shidqu: Kejujuran dalam ucapan dan tindakan.29
Al-Amanah wal Wafa' bil Ahdi: Kepercayaan dan menepati janji dalam menjalankan tugas organisasi.29
Al-'Adalah: Keadilan dalam bersikap terhadap seluruh anggota tanpa memandang latar belakang.32
At-Ta'awun: Kerjasama dan gotong royong dalam mensukseskan program kerja.30
Al-Istiqamah: Keteguhan hati dalam memegang prinsip perjuangan NU dan IPPNU.32
Penerapan prinsip-prinsip ini bertujuan untuk menciptakan profil pelajar yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi, menjadikannya "umat terbaik" (khaira ummah) sebagaimana diamanatkan dalam Al-Qur'an.33
Bab VI: Analisis Perbandingan & Dampak (Outlook)
Vela vs Pemimpin Politik: Social Movement vs Formal Structure
Terdapat perbedaan fundamental antara gaya kepemimpinan yang lahir dari gerakan sosial (social movement) seperti Vela dengan pemimpin yang lahir dari struktur formal politik atau bisnis, seperti sosok Bellinda Putri Sabrina Birton di Kudus.
Whasfi Velasufah membangun legitimasinya melalui proses pengabdian yang panjang di akar rumput organisasi massa. Ia memiliki kemampuan untuk menggerakkan massa secara sukarela berdasarkan kesamaan ideologi dan nilai-nilai keagamaan.5 Fokusnya adalah pada perubahan sosial jangka panjang melalui pendidikan dan kaderisasi karakter.
Sebaliknya, pemimpin seperti Bellinda Putri, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Kudus (periode 2025-2030), beroperasi dalam kerangka kekuasaan formal negara yang didukung oleh instrumen birokrasi, anggaran publik (APBD), dan kebijakan politik elektoral.35 Bellinda, dengan latar belakang profesional sebagai dokter, menggunakan kekuasaan eksekutif untuk melakukan intervensi langsung pada layanan publik daerah.37
Kedua model kepemimpinan ini saling melengkapi dalam pembangunan bangsa. Vela menyiapkan sumber daya manusia (pelajar putri) yang berkualitas, sementara Bellinda menyediakan ekosistem pemerintahan yang inklusif di tingkat daerah.
Legacy (Warisan): Jejak Whasfi Velasufah di PP IPPNU
Setelah masa jabatannya berakhir nanti, apa yang akan ditinggalkan oleh Vela bagi IPPNU? Analisis menunjukkan bahwa warisan utamanya adalah transformasi IPPNU menjadi organisasi yang lebih modern dan adaptif. Fondasi digitalisasi administrasi yang ia letakkan akan memudahkan pimpinan selanjutnya dalam mengelola organisasi secara profesional.4
Selain itu, keberhasilannya dalam membawa isu kesehatan reproduksi dan lingkungan ke dalam arus utama program kerja IPPNU telah memperluas spektrum perjuangan organisasi. IPPNU kini tidak lagi dipandang hanya sebagai organisasi keagamaan tradisional, tetapi juga sebagai aktor pembangunan yang peduli pada isu-isu kemanusiaan global. Citra "Santri Kudus" yang mandiri dan progresif yang ia lekatkan pada dirinya akan menjadi inspirasi bagi jutaan kader IPPNU lainnya untuk berani tampil di kancah nasional maupun internasional tanpa kehilangan jati diri keislamannya.5
Secara keseluruhan, kepemimpinan Whasfi Velasufah adalah manifestasi dari bagaimana nilai-nilai tradisional pesantren dapat bersinergi dengan tuntutan modernitas, menciptakan sebuah kepemimpinan perempuan muda yang kuat, berintegritas, dan berdampak luas bagi kemajuan bangsa.
Karya yang dikutip
Whasfi Velasufah: Kader IPPNU Kudus Yang Jadi Inspirasi, diakses Januari 12, 2026, https://pelajarkudus.com/whasfi-velasufah-kader-ippnu-kudus-yang-jadi-inspirasi-11607
Whasfi Velasufah Terpilih Jadi Ketua Umum IPPNU 2022-2025, diakses Januari 12, 2026, https://reporter.id/2022/08/15/whasfi-velasufah-terpilih-jadi-ketua-umum-ippnu-2022-2025/
Whasfi Velasufah Ketua Umum IPPNU Periode 2022-2025, diakses Januari 12, 2026, https://nasional.sindonews.com/read/856475/15/whasfi-velasufah-ketua-umum-ippnu-periode-2022-2025-1660543683
Mendulang 50% Lebih Suara, Whasfi Velasufah Jadi Nakhoda Baru ..., diakses Januari 12, 2026, https://www.aswajadewata.com/mendulang-50-lebih-suara-whasfi-velasufah-jadi-nakhoda-baru-pp-ippnu-periode-2022-2025/
Profil Whasfi Velasufah Mandataris Kongres XIX IPPNU di Jakarta, diakses Januari 12, 2026, https://www.mediaipnu.or.id/2022/08/profil-whasfi-velasufah-mandataris.html
Ketua PP IPPNU, Whasfi Velasufah Ungkap Peran Strategis IPNU ..., diakses Januari 12, 2026, https://nucirebon.or.id/blog/2025/08/09/ketua-pp-ippnu-whasfi-velasufah-ungkap-peran-strategis-ipnu-dan-ippnu-dalam-kaderisasi-nu/
Download-PD-PRT-IPPNU-Hasil-Kongres-XVIII-Cirebon-Tahun ..., diakses Januari 12, 2026, https://syaifuddin.online-mr.com/wp-content/uploads/2023/03/Download-PD-PRT-IPPNU-Hasil-Kongres-XVIII-Cirebon-Tahun-2018.pdf
Perempuan asal Kudus Washfi Velasufah Terpilih Sebagai Ketua ..., diakses Januari 12, 2026, https://nasional.murianews.com/murianews/308943/perempuan-asal-kudus-washfi-velasufah-terpilih-sebagai-ketua-umum-pp-ippnu-2022-2025
Sah! Whasfi Velasufah Terpilih Jadi Ketua Umum IPPNU 2022-2025, diakses Januari 12, 2026, https://jurnal9.tv/sah-whasfi-velasufah-terpilih-jadi-ketua-umum-ippnu-2022-2025/
Profil Whasfi Velasufah Ketua Umum PP IPPNU Masa Khidmat 2022 ..., diakses Januari 12, 2026, https://bangkitmedia.com/profil-whasfi-velasufah-ketua-umum-pp-ippnu-masa-khidmat-2022-2025/
Kader Asal Kudus Whasfi Velasufah Terpilih Nakhodai PP IPPNU ..., diakses Januari 12, 2026, https://infojateng.id/read/23048/kader-asal-kudus-whasfi-velasufah-terpilih-nakhodai-pp-ippnu-2022-2025/
Kepemimpinan Whasfi Velasufah dalam Ikatan Pelajar Putri ..., diakses Januari 12, 2026, https://www.researchgate.net/publication/390568480_Kepemimpinan_Whasfi_Velasufah_dalam_Ikatan_Pelajar_Putri_Nahdlatul_Ulama
Researches - SINTA - Science and Technology Index, diakses Januari 12, 2026, https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/affiliations/profile/2464/?view=researches
Delegasi IPPNU Wakili Indonesia di ECOSOC Youth Forum 2023 ..., diakses Januari 12, 2026, https://www.kompasiana.com/nismaranajmasani7690/645601b908a8b54f8a7b01c2/delegasi-ippnu-wakili-indonesia-di-ecosoc-youth-forum-2023-new-york
Profil Whasfi Velasufah, Ketua Umum IPPNU Terpilih - Semarang, diakses Januari 12, 2026, https://semarang.inews.id/read/147469/profil-whasfi-velasufah-ketua-umum-ippnu-terpilih
Whasfi Velasufah, Kader Asal Kudus Jadi Ketua Umum PP IPPNU, diakses Januari 12, 2026, https://suaranahdliyin.com/whasfi-velasufah-kader-asal-kudus-jadi-ketua-umum-pp-ippnu-28346
Mahasiswi Pascasarjana UI Terpilih Sebagai Ketua Umum IPPNU ..., diakses Januari 12, 2026, https://khazanah.republika.co.id/berita/rgnome320/mahasiswi-pascasarjana-ui-terpilih-sebagai-ketua-umum-ippnu-20222025
Vela Mahasiswi Pasca Sarjana UI Terpilih Jadi Ketua Umum IPPNU, diakses Januari 12, 2026, https://www.ngopibareng.id/read/vela-mahasiswi-pasca-sarjana-ui-terpilih-jadi-ketua-umum-ippnu
Hasil Konbes Ippnu Tahun 2024 | PDF - Scribd, diakses Januari 12, 2026, https://id.scribd.com/document/856417784/Hasil-Konbes-Ippnu-Tahun-2024
IPPNU Diajak Terlibat Langsung Cegah Pernikahan Dini dan Stunting, diakses Januari 12, 2026, https://rri.co.id/daerah/467023/ippnu-diajak-terlibat-langsung-cegah-pernikahan-dini-dan-stunting
Laman 1958 – Harapan Rakyat, diakses Januari 12, 2026, https://www.harapanrakyat.com/page/1958/?route=product%2Fproduct&path=76&product_id=6293&sort=p.price&order=DESC
Dua Kader IPPNU Terpilih Jadi Delegasi pada Forum PBB di New ..., diakses Januari 12, 2026, https://nucirebon.or.id/blog/2023/04/20/dua-kader-ippnu-terpilih-jadi-delegasi-pada-forum-pbb-di-new-york/
Kepemimpinan Whasfi Velasufah dalam Ikatan Pelajar Putri ... - Sciety, diakses Januari 12, 2026, https://sciety.org/articles/activity/10.31237/osf.io/3qx76_v1
UU 40 Tahun 2009 - Dinas Pemuda dan Olahraga, diakses Januari 12, 2026, https://dispora.bangkalankab.go.id/vendor/dokumen/UU_2009_40.pdf
Kolaborasi PC IPPNU Jember dan DP3AKB Sosialisasi ..., diakses Januari 12, 2026, https://suratkabarpelajar.com/kolaborasi-pc-ippnu-jember-dan-dp3akb-sosialisasi-pencegahan-pernikahan-dini-di-smpn-2-arjasa/
UU Kepemudaan - Peraturan.go.id, diakses Januari 12, 2026, https://peraturan.go.id/files/uu40-2009.pdf
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2009 ... - Pusat, diakses Januari 12, 2026, https://jdih-dprd.bantenprov.go.id/produkhukum/pusat/undang-undang-republik-indonesia-nomor-40-tahun-2009-tentang-kepemudaan
UU No. 40 Tahun 2009 - Database Peraturan, diakses Januari 12, 2026, https://peraturan.bpk.go.id/Details/38784/uu-no-40-tahun-2009
Mabadi Khaira Ummah Sebagai Gerakan Atau Harokah, diakses Januari 12, 2026, https://pcnucilacap.com/mabadi-khaira-ummah-sebagai-gerakan-atau-harokah/
Menggapai Khaira Ummah Bersama Nahdlatul Ulama - Pesantren ID, diakses Januari 12, 2026, https://pesantren.id/public/menggapai-khaira-ummah-bersama-nahdlatul-ulama
Implementasi Konsep “Mabadi Khaira Ummah Nahdlatul Ulama ..., diakses Januari 12, 2026, https://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/tafhim/article/download/3558/2624/9854
Konsep Mabadi Khaira Ummah - NU Online Sumenep, diakses Januari 12, 2026, https://pcnusumenep.or.id/konsep-mabadi-khaira-ummah/
IMPLEMENTASI PRINSIP MABADIU KHOIRU UMMAH DALAM ..., diakses Januari 12, 2026, https://repository.undaris.ac.id/id/eprint/1223/1/SKRIPSI%20Achmad%20Subhan.pdf
Bab IV Mabadi Khairo Ummah Vira | PDF - Scribd, diakses Januari 12, 2026, https://id.scribd.com/document/634523317/bab-IV-Mabadi-Khairo-Ummah-vira
Daftar Calon Kepala Daerah PDI-P 2024, Ada Kris Dayanti, Ali ..., diakses Januari 12, 2026, https://www.kompas.com/tren/read/2024/08/22/181500665/daftar-calon-kepala-daerah-pdi-p-2024-ada-kris-dayanti-ali-syakieb-dan-i?page=all
Mengenal Lebih Dekat Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton - detikcom, diakses Januari 12, 2026, https://www.detik.com/jateng/jawa-tengah-meriah/d-7921775/mengenal-lebih-dekat-wakil-bupati-kudus-bellinda-birton
10 Daftar Kepala Daerah Termuda di Indonesia Under 30 Tahun ..., diakses Januari 12, 2026, https://goodstats.id/article/10-daftar-kepala-daerah-termuda-di-bawah-30-tahun-periode-2025-2030-ytosG