1. Pendahuluan: Lanskap Sosio-Politik Kabupaten Kudus dalam Transisi 2025
1.1 Konteks Geopolitik dan Ekonomi Regional
Kabupaten Kudus, yang secara historis dikenal sebagai "Kota Kretek" dan sentra industri jenang, menempati posisi strategis dalam konstelasi ekonomi Jawa Tengah. Sebagai wilayah dengan luas geografis terkecil di provinsi ini namun memiliki Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) yang signifikan, Kudus menghadapi tantangan unik: bagaimana mentransformasi basis ekonomi industri manufaktur padat karya menuju ekonomi yang lebih adaptif terhadap digitalisasi dan keberlanjutan.
Pada tahun 2024, dinamika politik lokal mencapai titik didih baru. Pasca-era kepemimpinan sebelumnya, masyarakat menuntut adanya penyegaran birokrasi yang tidak hanya bersifat administratif tetapi juga paradigmatik. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 menjadi arena pertarungan antara konservatisme lama dan tawaran modernitas baru. Kemenangan pasangan Sam'ani Intakoris dan Bellinda Putri Sabrina Birton—yang kemudian populer dengan akronim "SANTUN" (Sam'ani-Bellinda untuk Kudus)—menandai pergeseran tektonik dalam preferensi pemilih.1 Kemenangan ini bukan sekadar pergantian personel, melainkan mandat untuk hibridasi antara pengalaman birokratis teknokratis (diwakili oleh Sam'ani) dan energi disruptif kaum muda (diwakili oleh Bellinda).
1.2 Urgensi Studi Kasus Bellinda Birton
Dalam lanskap politik nasional pasca-pelantikan Presiden Prabowo Subianto, sosok Bellinda Putri Sabrina Birton muncul sebagai fenomena yang layak mendapat sorotan mikroskopis. Dilantik pada usia 25 tahun, ia bukan hanya memecahkan rekor demografis sebagai salah satu wakil kepala daerah termuda, tetapi juga membawa tipologi kepemimpinan yang kompleks: seorang dokter medis, pewaris dinasti bisnis transportasi, dan ikon budaya pop lokal.3
Laporan ini disusun untuk membedah anatomi kekuasaan Bellinda Birton secara mendalam. Analisis tidak hanya berhenti pada deskripsi biografi, melainkan menukik pada bagaimana modalitas sosial (pendidikan kedokteran), modalitas ekonomi (PO Berlian Jaya), dan modalitas simbolik (Gelar Keraton) dikonversi menjadi kebijakan publik dan stabilitas politik di tahun pertama jabatannya (2025-2026).
2. Arsitektur Biografi: Formasi Intelektual dan Akar Sosial
2.1 Genealogi dan Filosofi "Gusjigang"
Lahir pada 6 September 1999, Bellinda Putri Sabrina Birton adalah manifestasi kontemporer dari filosofi lokal Kudus, "Gusjigang" (Bagus perinya, Pinter Ngaji, dan Pinter Dagang). Pendidikan dasarnya di SD 3 Demaan, SMP 1 Kudus, hingga SMAN 1 Kudus menanamkan akar sosiologis yang kuat. Ia tumbuh di tengah masyarakat yang menghargai etos kerja keras dan religiusitas.5 Namun, berbeda dengan elit politik tradisional yang seringkali berangkat dari aktivisme partai atau birokrasi, Bellinda menempuh jalur sains yang ketat.
2.2 Formasi Medis sebagai Basis Epistemologi Kebijakan
Keputusan Bellinda untuk menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan menyelesaikan profesi dokternya memberikan implikasi mendalam pada gaya kepemimpinannya.4 Dalam teori kepemimpinan teknokratis, latar belakang medis melatih seorang pemimpin untuk berpikir berbasis bukti (evidence-based policy). Pola pikir diagnostik—anamnesis, pemeriksaan fisik, diagnosis, dan terapi—tercermin dalam pendekatannya terhadap masalah publik.
Sebagai contoh, pendekatannya terhadap isu kemiskinan tidak hanya bersifat karitatif (bantuan sosial), tetapi kuratif dan preventif. Narasi "Kudus Sehat" yang diusungnya bukan sekadar slogan kampanye, melainkan ekstensi dari sumpah profesinya untuk menyehatkan masyarakat, baik secara biologis maupun sosial.6 Latar belakang ini memberinya legitimasi moral yang kuat; di mata publik, seorang dokter dianggap sebagai figur pengayom yang altruistik, sebuah antitesis dari citra politisi yang transaksional.
2.3 Dinasti Transportasi: PO Berlian Jaya dan Transisi Korporasi
Elemen paling dominan dalam struktur modal Bellinda adalah statusnya sebagai putri sulung pemilik Perusahaan Otobus (PO) Berlian Jaya.3 Perusahaan ini bukan sekadar entitas bisnis, melainkan institusi ekonomi yang menggerakkan mobilitas di jalur Pantura.
Modalitas Logistik: Keterkaitan dengan jaringan transportasi memberikan Bellinda akses terhadap infrastruktur logistik dan jaringan manusia yang luas (kru bus, agen, penumpang), yang menjadi mesin politik efektif selama masa kampanye.
Transisi Manajemen: Sebelum menjabat, Bellinda aktif dalam manajemen operasional perusahaan. Pengalaman mengelola armada bus mengajarkan manajemen krisis, efisiensi bahan bakar, dan logistik—keterampilan yang sangat relevan dalam tata kelola pemerintahan daerah. Namun, saat resmi dilantik, ia menegaskan posisi non-aktif dari manajemen harian untuk menghindari konflik kepentingan, meskipun bayang-bayang pengaruh bisnis keluarga tetap menjadi area yang diawasi publik secara ketat.5
3. Identitas Politik dan Konstruksi Citra (Political Branding)
3.1 "Dokter Gen Z": Disrupsi Komunikasi Politik
Identitas politik Bellinda dikonstruksi di atas irisan antara profesionalisme medis dan budaya Generasi Z. Ia mematahkan stereotip pejabat daerah yang kaku dan feodal. Melalui platform media sosial seperti TikTok dan Instagram, ia membangun persona yang approachable (mudah dijangkau).
Strategi ini bukan tanpa risiko. Dalam budaya birokrasi yang hierarkis, gaya santai bisa disalahartikan sebagai ketidakseriusan. Namun, Bellinda berhasil membalikkan narasi ini dengan menunjukkan bahwa "santai" tidak berarti "lambat". Respons cepatnya terhadap aduan warga via Direct Message (DM) Instagram menjadi bukti efektivitas gaya kepemimpinan digital ini.9 Ia menjadi simbol emansipasi perempuan di wilayah yang secara kultural masih didominasi patriarki, membuktikan bahwa gender dan usia bukanlah penghalang untuk memegang tampuk eksekutif.11
3.2 Legitimasi Kultural: Kanjeng Mas Ayu Putri Sulistyaningtyas
Pada Desember 2025, identitas politik Bellinda mengalami pengayaan signifikan melalui penobatan gelar adat dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Ia dianugerahi gelar Kanjeng Mas Ayu Putri Sulistyaningtyas dan diangkat sebagai Penasihat Raja Pakubuwono XIV.12
Pemberian gelar ini memiliki bobot strategis yang mendalam:
Rekonsiliasi Tradisi dan Modernitas: Di tengah citranya yang ultra-modern, gelar ini menahbiskan Bellinda sebagai penjaga tradisi Jawa. Hal ini penting untuk merangkul konstituen demografi tua yang menghargai tata krama dan hierarki budaya.
Peran Penasihat Raja: Posisi ini, meskipun seremonial, menempatkan Bellinda dalam lingkaran elite aristokrasi Jawa. Tugasnya sebagai penasihat menuntut integritas moral yang tinggi ("tanggung jawab moral"), yang ia jadikan sebagai benteng etika dalam menjalankan tugas eksekutifnya di Kudus.15 Ia menegaskan bahwa peran ini tidak akan mengganggu tugas utamanya sebagai Wakil Bupati, melainkan memperkaya perspektif budayanya dalam memimpin.15
3.3 Koalisi Politik dan Afiliasi Partai
Dalam kontestasi Pilkada 2024, Bellinda didukung oleh koalisi besar yang dimotori oleh PDI Perjuangan, Gerindra, dan partai lainnya. Dinamika internal koalisi sempat mencuat, terutama terkait keanggotaan partainya. Bellinda diketahui memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Gerindra, yang menyelaraskan posisinya dengan garis politik nasional di bawah Presiden Prabowo, namun ia juga diusung sebagai kader PDI Perjuangan dalam beberapa narasi media.13 Fleksibilitas afiliasi ini menunjukkan kecerdikan politik dalam menavigasi polarisasi partai, menempatkan dirinya sebagai figur jembatan yang bisa diterima lintas warna politik.
4. Analisis Forensik Kekayaan (LHKPN)
Transparansi aset adalah pilar integritas pejabat publik. Analisis terhadap Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Bellinda Birton memberikan gambaran tentang kemandirian finansialnya.
4.1 Struktur Kekayaan
Berdasarkan data LHKPN yang dirilis KPK, Bellinda memiliki total kekayaan sebesar Rp28.951.334.841.5 Angka ini menempatkannya dalam strata atas pejabat daerah di Jawa Tengah. Struktur kekayaan ini didominasi oleh aset tidak bergerak dan aset mesin yang bernilai tinggi.
4.2 Analisis Aset Tanah dan Bangunan (72% dari Total Aset)
Nilai aset properti tercatat sebesar Rp20.870.000.000.
Distribusi Aset: Aset ini mencakup tanah dan bangunan seluas 855 m²/600 m² senilai Rp3,2 miliar dan aset lainnya di Kabupaten Kudus.19
Implikasi: Dominasi aset properti di wilayah yurisdiksinya sendiri (Kudus) menunjukkan komitmen "menanam modal" di daerah sendiri. Namun, dalam perspektif manajemen risiko korupsi, kepemilikan aset tanah yang luas oleh pejabat aktif memerlukan pengawasan ketat terhadap kebijakan tata ruang (RTRW) untuk memastikan tidak ada konflik kepentingan dalam perubahan zonasi yang dapat menguntungkan nilai aset pribadi.
4.3 Analisis "Isi Garasi": Alat Transportasi dan Mesin (22% dari Total Aset)
Nilai alat transportasi dan mesin mencapai Rp6.420.000.000.5
Signifikansi Nilai: Angka 6,4 miliar rupiah untuk kendaraan adalah angka yang sangat tinggi untuk profil pejabat publik biasa. Hal ini secara langsung merefleksikan latar belakang bisnis keluarganya di sektor transportasi. Kemungkinan besar, angka ini mencakup koleksi kendaraan pribadi mewah atau aset produktif yang masih terdaftar atas nama pribadi.
Simbolisme: Dalam politik lokal, kendaraan mewah bisa menjadi simbol kesuksesan yang dikagumi ("sugih"), atau sebaliknya, menjadi simbol kesenjangan. Bellinda tampaknya mengelola ini dengan tidak terlalu memamerkan gaya hidup hedonis di media sosial, lebih memilih menampilkan kinerja lapangan.
4.4 Kemandirian Finansial sebagai Buffer Korupsi
Teori Asset Insulation dalam ilmu politik menunjukkan bahwa pemimpin yang sudah mapan secara finansial memiliki kecenderungan lebih rendah untuk melakukan korupsi kecil (petty corruption) demi memenuhi kebutuhan hidup. Dengan kekayaan hampir Rp 29 miliar, Bellinda memiliki "imunitas ekonomi". Tantangan utamanya bukan pada pengayaan diri, melainkan pada potensi state capture—penggunaan kekuasaan untuk memproteksi kepentingan bisnis keluarga besarnya. Sejauh ini, LHKPN menjadi instrumen validasi bahwa ia "sudah selesai dengan dirinya sendiri" secara finansial.
5. Dinamika Pelantikan dan Konsolidasi Kekuasaan 2025
5.1 Pelantikan Bersejarah di Istana Negara
Pelantikan Bellinda Birton sebagai Wakil Bupati Kudus pada Kamis, 20 Februari 2025, tercatat dalam sejarah administrasi publik Indonesia sebagai bagian dari pelantikan serentak pertama yang dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Negara.1
Sentralisasi Otoritas: Berdasarkan Perpres Nomor 13 Tahun 2025, pelantikan 961 kepala daerah secara serentak di Jakarta menegaskan garis komando yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah.21 Bagi Bellinda, momen ini memberikan legitimasi simbolik yang luar biasa; ia tidak hanya dilantik oleh Gubernur (seperti tradisi sebelumnya), tetapi langsung oleh Kepala Negara.
Retret Magelang: Pasca-pelantikan, Bellinda dan Bupati Sam'ani diwajibkan mengikuti retret pembekalan selama 8 hari di Magelang.20 Program ini, yang diinisiasi Presiden Prabowo, bertujuan menanamkan disiplin ala militer, loyalitas nasional, dan sinkronisasi visi antara pusat dan daerah. Pengalaman ini menjadi fondasi kohesi kepemimpinan mereka.
5.2 Konsep "Dwitunggal" Sam'ani-Bellinda
Isu keretakan hubungan ("pecah kongsi") sering menghantui pasangan kepala daerah. Namun, Sam'ani dan Bellinda menunjukkan format "Dwitunggal" yang solid.
Tanpa Dikotomi Tugas: Bellinda menegaskan, "Saya wakil mengikuti Pak Bupati," menolak pembagian kavling kekuasaan yang kaku.23 Namun, dalam praktiknya, Bupati Sam'ani memberikan ruang manuver yang luas bagi Bellinda untuk menangani sektor-sektor spesifik yang sesuai dengan kompetensinya: kesehatan, pemuda, dan ekonomi kreatif.
Disiplin Birokrasi: Salah satu langkah awal yang unik dari pasangan ini adalah menugaskan pejabat eselon 3 dan 4 untuk membuat esai tulisan tangan sebagai metode evaluasi kompetensi dan integritas.24 Ini adalah pendekatan inovatif untuk mendeteksi orisinalitas pemikiran birokrat di tengah era kecerdasan buatan (AI) yang memudahkan plagiasi.
6. Kinerja Kebijakan dan Inovasi Program (Tahun Pertama: 2025-2026)
Visi besar "Kudus Sehat" (Sejahtera, Harmoni, dan Takwa) diterjemahkan Bellinda ke dalam serangkaian program taktis yang terukur.25
6.1 Reformasi Kesehatan: Perang Melawan Stunting
Sebagai dokter, Bellinda memimpin langsung gugus tugas penanganan stunting. Strateginya bergeser dari sekadar pemberian makanan tambahan menjadi intervensi hulu.
Program Remaja Putri: Ia menginisiasi gerakan "Aksi Bergizi" di sekolah-sekolah (seperti di MA NU Banat), mewajibkan remaja putri mengonsumsi tablet tambah darah.7 Logika medisnya: memutus mata rantai stunting harus dimulai dari kesehatan calon ibu, bukan hanya saat anak lahir.
Kolaborasi Pentahelix: Menggandeng Rotary Club dan sektor swasta untuk intervensi gizi di desa Rejosari dan wilayah rawan lainnya.28 Ini menunjukkan kemampuan lobi Bellinda dalam memobilisasi sumber daya non-APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).
6.2 Transformasi Digital dan Pelayanan Publik
Bellinda menjadi motor penggerak digitalisasi di Pemkab Kudus.
Kudus Siaga 112: Peluncuran layanan nomor tunggal panggilan darurat 112 memungkinkan respons cepat terhadap kebakaran, kecelakaan, dan kegawatdaruratan medis. Program ini menghapus barier birokrasi dalam situasi kritis.29
E-Katalog Versi 6: Bellinda aktif mensosialisasikan penggunaan katalog elektronik versi terbaru untuk pengadaan barang dan jasa.30 Tujuannya ganda: meningkatkan transparansi pengadaan untuk mencegah korupsi, serta mendorong UMKM lokal Kudus agar produknya masuk dalam etalase belanja pemerintah.
Optimalisasi Call Center: Instruksi tegas kepada seluruh OPD untuk mengaktifkan dan merespons kanal aduan masyarakat, menjadikan birokrasi lebih "telinga tipis" terhadap keluhan.32
6.3 Pemberdayaan Ekonomi dan Tata Kelola Kota
Isu penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh menjadi ujian kepemimpinan Bellinda.
Ketegasan Humanis: Bellinda menerapkan kebijakan zonasi (merah, kuning, hijau) dan melarang PKL dari luar daerah (non-KTP Kudus) berjualan di zona terlarang demi memprioritaskan warga lokal.33 Kebijakan proteksionisme lokal ini sempat menuai kritik, namun ia bergeming dengan argumen ketertiban dan keberpihakan pada warga sendiri. Ini menunjukkan sisi tegasnya yang berani mengambil keputusan tidak populer demi ketertiban jangka panjang.
6.4 Pengembangan Ekosistem Kreatif
Menyadari potensi anak muda, Bellinda mendorong terciptanya ruang kreatif (Creative Hub). Visinya adalah mengawinkan warisan budaya Kudus dengan ekonomi digital. Langkah ini diperkuat dengan posisinya sebagai Penasihat Raja Surakarta, membuka peluang kolaborasi budaya antara Kudus dan Solo untuk pariwisata.13
7. Komunikasi Politik: Keterbukaan dan Manajemen Kritik
7.1 Fenomena "Roasting" dan Kematangan Demokrasi
Pada Oktober 2025, Bellinda melakukan preseden langka dengan menghadiri acara "Maido! Roasting Wabup Bellinda" yang diselenggarakan oleh komunitas Stand Up Kudus.35
Analisis Peristiwa: Dalam budaya politik Indonesia yang cenderung feodal dan anti-kritik, kesediaan seorang Wakil Bupati untuk duduk di depan umum dan dijadikan bahan lelucon (di-roasting) mengenai kinerjanya adalah tindakan revolusioner.
Dampak: Bellinda merespons kritik-kritik tajam yang dibalut komedi tersebut dengan tawa dan keterbukaan, menyatakan bahwa itu adalah "bahan evaluasi" dan bukti bahwa ia "tidak baper".37 Sikap ini secara drastis meningkatkan approval rating-nya di kalangan pemilih muda dan rasional, memvalidasi klaimnya sebagai pemimpin yang demokratis dan terbuka.
7.2 Media Sosial sebagai Kantor Kedua
Bellinda tidak menggunakan media sosial sekadar untuk pencitraan narsisistik. Akun TikTok dan Instagram-nya difungsikan sebagai kanal aspirasi real-time.
Mekanisme: Warga melaporkan jalan rusak atau pelayanan buruk via komentar/DM, dan Bellinda seringkali merespons dengan kunjungan lapangan (sidak) segera. Pola ini memotong rantai birokrasi yang panjang, menciptakan citra pemerintahan yang hadir dan responsif.9
8. Tantangan dan Prospek Masa Depan
8.1 Navigasi Isu Politik Dinasti
Meskipun telah membuktikan kompetensinya, label sebagai "putri pemilik PO Berlian Jaya" akan selalu melekat. Tantangan Bellinda adalah memastikan setiap kebijakan transportasi—seperti peremajaan angkutan atau manajemen terminal—bebas dari bias kepentingan bisnis keluarganya. Transparansi absolut diperlukan untuk menepis kecurigaan publik.
8.2 Dualitas Peran Birokrat dan Adat
Peran barunya sebagai Penasihat Raja Keraton Surakarta menambah lapisan tanggung jawab. Bellinda harus pandai membagi waktu antara urusan teknis pemerintahan di Kudus dan kewajiban seremonial di Solo. Kegagalan dalam manajemen waktu dapat memicu kritik bahwa ia terlalu sibuk dengan urusan feodal ketimbang urusan rakyat.15
8.3 Keberlanjutan Program di Tengah Birokrasi Tua
Tantangan terbesar Bellinda adalah resistensi birokrasi. Membawa kecepatan kerja ala swasta dan gaya digital Gen Z ke dalam tubuh ASN yang terbiasa dengan pola kerja lambat memerlukan stamina politik yang panjang. Program esai tulisan tangan bagi pejabat eselon 3 dan 4 adalah sinyal bahwa ia serius ingin merombak mentalitas birokrasi dari dalam.24
9. Kesimpulan
Dalam satu tahun pertama masa jabatannya (2025-2026), Bellinda Putri Sabrina Birton telah berhasil mentransformasi dirinya dari sekadar "calon boneka" atau "anak pengusaha" menjadi aktor politik yang substansial.
Identitas Hybrid: Ia sukses menggabungkan ketelitian seorang dokter, pragmatisme pengusaha, dan keluwesan komunikator Gen Z. Gelar adat dari Keraton Surakarta semakin memperkuat legitimasinya sebagai pemimpin yang mengakar pada budaya namun berwawasan global.
Kinerja Terukur: Melalui LHKPN yang transparan, program kesehatan preventif yang inovatif, dan keberanian menghadapi kritik terbuka, ia menetapkan standar baru bagi kepemimpinan daerah di Indonesia.
Visi Masa Depan: Jika ia mampu mempertahankan integritas finansialnya dan terus menjaga otonomi politiknya dari kepentingan bisnis keluarga, Bellinda berpotensi menjadi model nasional bagi kepemimpinan meritokratis di era Indonesia Emas 2045. Visi "Kudus Sehat" bukan lagi sekadar janji kampanye, melainkan blueprint transformasi sosial yang sedang berjalan.
Keberhasilan Bellinda adalah keberhasilan eksperimen demokrasi Kudus dalam memberikan kepercayaan pada generasi baru. Tugas selanjutnya adalah memastikan bahwa energi pembaruan ini tidak habis di tengah jalan, melainkan terinstitusionalisasi menjadi sistem pemerintahan yang melayani, transparan, dan santun.
Karya yang dikutip
Profil Bupati dan Wakil Bupati Kudus periode 2025-2030, diakses Januari 11, 2026, https://ppid.kuduskab.go.id/packages/upload/file/Profil_tentang_Bupati_Kudus_Periode_20_Februari_2025_-_sekarang_(2025-2030)_download_tcvqGrG.pdf
Selamat Bertugas Bupati dan Wakil Bupati Baru, diakses Januari 11, 2026, https://diskominfo.kuduskab.go.id/portal/berita/id/selamat-bertugas-bupati-dan-wakil-bupati-baru
Bellinda Birton Ingin Wujudkan Kudus Dengan Ekonomi yang Stabil, diakses Januari 11, 2026, https://isknews.com/bellinda-birton-ingin-wujudkan-kudus-dengan-ekonomi-yang-stabil/
Profil Bellinda Birton, Dokter Lulusan Undip Cawabup Pilkada ..., diakses Januari 11, 2026, https://muria.tribunnews.com/2024/08/29/profil-bellinda-birton-dokter-lulusan-undip-cawabup-pilkada-kudus-2024-dampingi-samani-intakoris
Bellinda Putri Sabrina Birton - Wikipedia bahasa Indonesia ..., diakses Januari 12, 2026, https://id.wikipedia.org/wiki/Bellinda_Putri_Sabrina_Birton
Bellinda Putri Sabrina Birton: Biografi, Karir Politik, dan Dampaknya ..., diakses Januari 11, 2026, http://alobatnic.blogspot.com/2025/02/bellinda-putri-sabrina-birton.html
Tinjau Aksi Bergizi MA NU Banat, Wabup Bellinda Gencarkan ..., diakses Januari 11, 2026, https://betanews.id/2025/05/tinjau-aksi-bergizi-ma-nu-banat-wabup-bellinda-gencarkan-pencegahan-stunting.html
Putri Pemilik PO Berlian Jaya Bagi-bagi Bantuan di Tempat ..., diakses Januari 12, 2026, https://www.zonanews.id/putri-pemilik-po-berlian-jaya-bagi-bagi-bantuan-di-tempat-pengungsian-banjir/nila-rustiyani/
Ala Gen Z, Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton Aktif Serap Aspirasi ..., diakses Januari 12, 2026, https://jurnalpantura.id/ala-gen-z-wakil-bupati-kudus-bellinda-birton-aktif-serap-aspirasi-lewat-medsos/
Bellinda Birton, Mengubah Kota Kudus Melalui Live TikTok - Mojok.co, diakses Januari 11, 2026, https://mojok.co/liputan/sosok/perempuan-muda-mengubah-wajah-kudus-melalui-tiktok/
Muda dan Inspiratif, Sosok Bellinda Birton Cawabup Kudus, Pengamat, diakses Januari 11, 2026, https://jateng.pikiran-rakyat.com/jawa-tengah/pr-3738481644/muda-dan-inspiratif-sosok-bellinda-birton-cawabup-kudus-pengamat-bukti-emansipasi-perempuan-dalam-pilkada?page=all
Wakil Bupati Kudus Bellinda Diangkat Jadi Penasihat Raja Keraton ..., diakses Januari 11, 2026, https://lingkarjateng.id/wakil-bupati-kudus-bellinda-diangkat-jadi-penasihat-raja-keraton-surakarta/
Wakil Bupati Kudus Bellinda Sandang Gelar Keraton, Siap Dorong ..., diakses Januari 12, 2026, https://www.gesuri.id/serba-serbi/wakil-bupati-kudus-bellinda-sandang-gelar-keraton-siap-dorong-ruang-kreatif-anak-muda-b2nzgZbch9
Dapat Gelar Kehormatan dari Keraton Solo, Bellinda Birton Ditunjuk ..., diakses Januari 12, 2026, https://jurnalpantura.id/dapat-gelar-kehormatan-dari-keraton-solo-bellinda-birton-ditunjuk-jadi-penasihat-pakubuwono-xiv/
Cerita Wakil Bupati Kudus Bellinda Diangkat Jadi Penasihat Raja ..., diakses Januari 12, 2026, https://www.liputan6.com/regional/read/6233521/cerita-wakil-bupati-kudus-bellinda-diangkat-jadi-penasihat-raja-solo-pb-xiv
Wabup Kudus Bellinda Birton Jadi Penasihat Raja Keraton Surakarta, diakses Januari 12, 2026, https://muria.suaramerdeka.com/jawa-tengah/0716384677/wabup-kudus-bellinda-birton-jadi-penasihat-raja-keraton-surakarta
Dampingi Samani Maju Pilkada Kudus, Bellinda Birton Mengaku ..., diakses Januari 12, 2026, https://www.zonanews.id/dampingi-samani-maju-pilkada-kudus-bellinda-birton-mengaku-sudah-miliki-kta-partai-gerindra/nila-rustiyani/
Ramai KTA Partai Gerindra atas nama Hartopo, Ketua DPC : Kami ..., diakses Januari 12, 2026, https://www.zonanews.id/ramai-kta-partai-gerindra-atas-nama-hartopo-ketua-dpc-kami-belum-verifikasi/nila-rustiyani/2/
PENGUMUMAN LAPORAN HARTA KEKAYAAN ..., diakses Januari 12, 2026, https://ppid.kuduskab.go.id/packages/upload/portal/files/LHKPN.pdf
Bupati dan Wakil Bupati Kudus Terpilih Dilantik Presiden 20 Febuari ..., diakses Januari 11, 2026, https://jurnalpantura.id/bupati-dan-wakil-bupati-kudus-terpilih-dilantik-presiden-20-febuari-usai-pelantikan-bupati-ikuti-retret-8-hari-di-magelang/
Pelantikan Kepala Daerah 2025 Serentak Besok! Ini Ketentuan ..., diakses Januari 11, 2026, https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-7784367/pelantikan-kepala-daerah-2025-serentak-besok-ini-ketentuan-hingga-retretnya
Momen Bersejarah, Pelantikan Serentak Kepala Daerah Pertama ..., diakses Januari 12, 2026, https://setneg.go.id/baca/index/momen_bersejarah_pelantikan_serentak_kepala_daerah_pertama_kali_di_indonesia
Samani-Bellinda Rapat Bersama Pj hingga OPD Pemkab Kudus ..., diakses Januari 12, 2026, https://www.zonanews.id/samani-bellinda-rapat-bersama-pj-hingga-opd-pemkab-kudus-sinkronisasi-visi-misi-sebelum-resmi-jadi-bupati-wakil-bupati/nila-rustiyani/2/
Pantau Kinerja ASN, Bupati Kudus Beri Tugas Eselon 3 dan 4 Bikin ..., diakses Januari 12, 2026, https://jurnalpantura.id/pantau-kinerja-asn-bupati-kudus-beri-tugas-eselon-3-dan-4-bikin-esai-tulisan-tangan/
20 Program Unggulan Jadi Pondasi RPJMD Kudus, Wujudkan ..., diakses Januari 12, 2026, https://suarabaru.id/2025/09/29/rpjmd-kudus-2025-2029-20-program-unggulan
Gelar Aksi Bergizi di MA NU Banat, Pemkab Kudus Edukasi Upaya ..., diakses Januari 11, 2026, https://manubanat-kudus.sch.id/gelar-aksi-bergizi-di-ma-nu-banat-pemkab-kudus-edukasi-upaya-pencegahan-stunting-sejak-dini/
Pesan Penting Bellinda Birton di Aksi Cegah Stunting MA NU Banat ..., diakses Januari 11, 2026, https://www.youtube.com/watch?v=OtkR7ZtroBU
Pemkab Kudus dan Rotary Club Bersinergi Percepat Penurunan ..., diakses Januari 11, 2026, https://diskominfo.kuduskab.go.id/portal/berita/id/pemkab-kudus-dan-rotary-club-bersinergi-percepat-penurunan-stunting-di-rejosari
Kudus Alert 112 Facilitates Public Emergency Reporting - YouTube, diakses Januari 12, 2026, https://www.youtube.com/shorts/XC2_aVfzeC0
Pemkab Kudus Dorong Transparansi Lewat Sosialisasi Katalog ..., diakses Januari 12, 2026, https://kudusnews.kuduskab.go.id/main/read/1/news/4575
Pemkab Kudus Dorong Transparansi Lewat Sosialisasi Katalog ..., diakses Januari 12, 2026, https://diskominfo.kuduskab.go.id/portal/berita/id/pemkab-kudus-dorong-transparansi-lewat-sosialisasi-katalog-elektronik-versi-6
Tingkatkan Pelayanan Publik, Wabup Bellinda Minta OPD ..., diakses Januari 12, 2026, https://harianmuria.com/jateng/kudus/tingkatkan-pelayanan-publik-wabup-bellinda-minta-opd-optimalkan-call-center/
Wakil Bupati Bellinda: Tak Usir PKL, Tapi Harus Tertib dan ..., diakses Januari 11, 2026, https://isknews.com/wakil-bupati-bellinda-tak-usir-pkl-tapi-harus-tertib-dan-prioritaskan-warga-kudus/
Kebijakan Wabup Bellinda Birton Soal PKL Non-KTP Kudus Pindah ..., diakses Januari 12, 2026, https://jurnalpantura.id/kebijakan-wabup-bellinda-birton-soal-pkl-non-ktp-kudus-pindah-domisili-tuai-kritik/
Wabup Kudus Bellinda Hadapi Roasting dengan Jiwa Besar, Ajak ..., diakses Januari 12, 2026, https://jurnalpantura.id/wabup-kudus-bellinda-hadapi-roasting-dengan-jiwa-besar-ajak-masyarakat-aktif-kritik/
Diroasting Komika, Wabup Kudus Bellinda: "Saya Nggak Baper ..., diakses Januari 12, 2026, https://betanews.id/2025/10/diroasting-komika-wabup-kudus-bellinda-saya-nggak-baper-justru-jadi-bahan-evaluasi.html
Wabup Bellinda Birton Arsip - Zonanews.id - Portal Berita, diakses Januari 11, 2026, https://www.zonanews.id/topic/wabup-bellinda-birton/
Wabup Kudus di Roasting Blak Blakan! Stand Up Kudus Kritisi ..., diakses Januari 12, 2026, https://kudus.ayoindonesia.com/berita-kudus/108616036765/wabup-kudus-di-roasting-blak-blakan-stand-up-kudus-kritisi-kinerja-bellinda-lewat-komedi
Menengok Gaya Memimpin Bellinda Birton Wabub Kudus Termuda ..., diakses Januari 11, 2026, https://www.suaramerdeka.com/jawa-tengah/0415003039/menengok-gaya-memimpin-bellinda-birton-wabub-kudus-termuda-live-tiktok-tampung-aspirasi-warga