Banjir dan Tanah Longsor Kudus Januari 2026


 

1. Pendahuluan

Kabupaten Kudus, yang secara administratif terletak di Provinsi Jawa Tengah, mengalami peristiwa hidrometeorologi yang signifikan pada periode awal Januari 2026. Peristiwa ini, yang memuncak antara tanggal 9 hingga 11 Januari 2026, merupakan manifestasi dari interaksi kompleks antara anomali cuaca berupa curah hujan ekstrem, kondisi topografi wilayah yang kontras antara pegunungan vulkanik dan dataran aluvial, serta kerentanan infrastruktur lokal.1

Laporan ini disusun untuk memberikan analisis mendalam, kronologis, dan sistematis mengenai peristiwa banjir dan tanah longsor tersebut. Fokus utama laporan adalah dekonstruksi kejadian berdasarkan satuan kewilayahan kecamatan, dengan pemisahan khusus pada Kecamatan Dawe yang memiliki dua karakteristik morfologi berbeda: Kawasan Muria (zona atas) dan Dawe (zona bawah). Analisis mencakup profil geografis dan demografis, kondisi pra-peristiwa, dinamika saat kejadian, dampak pasca-peristiwa, serta respons dari berbagai pemangku kepentingan. Data menunjukkan bahwa sedikitnya 14.143 jiwa terdampak langsung oleh peristiwa ini, dengan kerusakan infrastruktur yang meluas dari hulu hingga hilir.1

Signifikansi laporan ini terletak pada penyajian data yang terintegrasi, menghubungkan kausalitas antara kerusakan di wilayah tangkapan air (catchment area) di Pegunungan Muria dengan banjir genangan di wilayah hilir seperti Mejobo dan Jati. Melalui pendekatan berbasis kewilayahan, laporan ini menguraikan bagaimana satu pemicu meteorologis menghasilkan spektrum peristiwa yang berbeda—dari longsor rotasional di tebing curam hingga banjir limpasan di dataran rendah.


2. Analisis Meteorologis dan Kronologi Kejadian

2.1. Dinamika Cuaca Pemicu

Fenomena yang terjadi pada Januari 2026 di Kabupaten Kudus dikategorikan sebagai peristiwa hidrometeorologi basah.1 Pemicu utamanya adalah curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang yang mengguyur wilayah Kabupaten Kudus sejak Jumat, 9 Januari 2026. Hujan ini tidak bersifat lokal, melainkan merata dengan konsentrasi lebat di wilayah utara (Pegunungan Muria) yang memicu saturasi tanah ekstrem.4

Data menunjukkan bahwa hujan deras disertai angin kencang mulai terjadi secara intensif pada Jumat sore hingga malam hari. Durasi hujan yang melebihi kapasitas infiltrasi tanah menyebabkan aliran permukaan (runoff) meningkat drastis, mengisi alur-alur sungai utama seperti Sungai Gelis, Sungai Piji, Sungai Dawe, dan Sungai Wulan hingga melampaui ambang batas tampungan.5

2.2. Rekonstruksi Kronologis Peristiwa (Timeline)

Kronologi kejadian disusun berdasarkan urutan waktu kritis yang memicu eskalasi dampak dari hulu ke hilir.

Jumat, 9 Januari 2026

  • 18.00 WIB - 19.00 WIB: Hujan lebat mengguyur seluruh wilayah Kudus. Di kawasan Pegunungan Muria, intensitas hujan memicu kenaikan debit air sungai secara instan.

  • 19.30 WIB (Fase Kritis Hulu): Terjadi tanah longsor di Desa Colo, Kecamatan Dawe. Lokasi spesifik berada di sebelah barat portal retribusi wisata Makam Sunan Muria. Longsor ini meruntuhkan talut jembatan dan menyeret dua kendaraan (Suzuki Ertiga dan Truk Tangki Air) ke dalam jurang sedalam kurang lebih 15-20 meter. Akses jalan utama pariwisata terputus total bagi kendaraan roda empat.7

  • 20.00 WIB - 22.00 WIB: Air kiriman dari hulu mulai mencapai wilayah perkotaan dan hilir. Sungai Gelis di Kecamatan Kota mulai meluap.

  • 23.00 WIB: Di Desa Singocandi, Kecamatan Kota, tembok pembatas perumahan jebol sepanjang 3 meter akibat tekanan hidrostatis arus sungai. Air bah masuk ke permukiman warga dengan ketinggian mencapai 1 meter, menandai dimulainya fase banjir perkotaan.6

Sabtu, 10 Januari 2026

  • 06.00 WIB - 08.00 WIB: Laporan kerusakan meluas. Banjir mulai menggenangi Kecamatan Mejobo akibat luapan Sungai Piji dan Dawe. Akses jalan Kudus-Pati di wilayah Mejobo mulai tergenang, menghambat mobilitas logistik dan transportasi umum.11

  • 10.00 WIB: Proses evakuasi kendaraan di jurang Colo dilakukan menggunakan alat berat (crane). Tidak ada korban jiwa dalam insiden jatuhnya kendaraan tersebut, namun akses wisata lumpuh.7

  • Siang Hari: Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris, melakukan peninjauan lapangan ke lokasi longsor dan banjir, termasuk menyalurkan bantuan darurat di Purwosari di mana rumah warga roboh tergerus sungai.12

  • Sore Hari (16.47 WIB): BPBD Kudus merilis data bahwa longsor tidak hanya terjadi di Colo, tetapi meluas ke Desa Japan, Kajar, Ternadi, dan Kuwukan dengan total puluhan titik longsor.13

Minggu, 11 Januari 2026

  • 07.00 WIB (Insiden Fatal): Hujan yang masih berlangsung memicu longsor susulan di Desa Menawan, Kecamatan Gebog. Sebuah tebing setinggi 15 meter longsor menimpa toko sembako, mengakibatkan satu korban jiwa (Sriyatun) yang tertimpa reruntuhan tembok.15

  • Siang Hari: Banjir di Kecamatan Jati dan Mejobo mencapai puncaknya. Jumlah warga terdampak tercatat mencapai 14.143 jiwa. Pengungsian di Jati Wetan dan Tanjung Karang mulai dipenuhi warga.1

  • Sore Hari: Di Desa Kedungsari, Gebog, sebuah mobil Grand Livina hanyut terseret arus deras Sungai Setro yang meluap tiba-tiba, menunjukkan karakteristik banjir bandang di wilayah transisi.17


3. Profil dan Analisis Dampak Per Kecamatan

Penyajian analisis ini dikelompokkan berdasarkan wilayah administratif kecamatan untuk memberikan gambaran utuh mengenai sebaran dampak. Kecamatan Dawe dipisahkan menjadi dua entitas analisis (Kawasan Muria dan Dawe Bawah) mengingat perbedaan karakteristik peristiwa yang mencolok.


3.1. Kawasan Muria (Zona Hulu Kecamatan Dawe)

Kawasan ini merupakan zona inti peristiwa tanah longsor. Meliputi desa-desa di lereng tinggi Gunung Muria, wilayah ini memiliki topografi curam dengan jenis tanah vulkanik yang rentan terhadap pergerakan massa tanah saat saturasi air tinggi.

Desa-Desa Kawasan Muria: Colo, Cranggang, Dukuhwaringin, Glagah Kulon, Japan, Kajar, Kuwukan, dan Tergo.

3.1.1. Profil Wilayah Kawasan Muria

  • Geografis dan Astronomis: Kawasan ini berada di bagian utara Kecamatan Dawe, pada ketinggian rata-rata di atas 600 mdpl. Secara astronomis, wilayah ini berada di koordinat sekitar 6°39' - 6°42' LS. Topografi didominasi oleh punggungan bukit dan lembah curam yang menjadi hulu sungai-sungai besar di Kudus.

  • Demografi: Penduduk terkonsentrasi di kantong-kantong permukiman yang relatif datar atau di sepanjang punggungan bukit. Mata pencaharian utama adalah pertanian (kopi, cengkeh, parijoto) dan sektor pariwisata religi (Makam Sunan Muria). Karakteristik masyarakat sangat komunal dengan kearifan lokal dalam menghadapi kontur tanah miring.

  • Kondisi Pra-Peristiwa: Masyarakat sedang dalam aktivitas normal, dengan persiapan menyambut peziarah akhir pekan. Namun, kondisi tanah sudah jenuh akibat hujan intensitas sedang yang terjadi beberapa hari sebelumnya, menurunkan kohesi tanah.

3.1.2. Dampak Peristiwa Per Desa

A. Desa Colo (Pusat Dampak Infrastruktur)

Desa Colo, sebagai pusat wisata religi, mengalami kerusakan infrastruktur paling strategis.

  • Lokasi Kejadian: Sebelah barat Portal Wisata Colo (Retribusi).

  • Deskripsi Kejadian: Longsoran tebing menyebabkan fondasi jembatan dan badan jalan aspal ambrol.

  • Kerugian Material:

  • Satu unit mobil Suzuki Ertiga (Nopol K 1276 AK).

  • Satu unit truk tangki air Isuzu Elf (Nopol K 9397 BT).

  • Kedua kendaraan tersebut sedang terparkir saat tanah di bawahnya bergerak dan jatuh ke dasar sungai sedalam belasan meter.7

  • Kondisi Pasca-Peristiwa: Jalur utama menuju makam lumpuh total untuk kendaraan roda empat. Ekonomi wisata terhenti sementara.

B. Desa Japan (Zona Merah Longsor)

Desa Japan mencatatkan jumlah titik longsor terbanyak, menjadikannya wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi dalam kejadian ini.

  • Dampak: Teridentifikasi sebanyak 24 titik longsor yang tersebar di berbagai dukuh.3

  • Implikasi: Longsoran menutup akses jalan antar-dukuh dan mengancam stabilitas rumah warga yang berada di bibir tebing. Mobilitas warga terhambat signifikan.

C. Desa Kuwukan

  • Dampak: Tercatat sekitar 20 titik longsor.

  • Kerusakan Bangunan: Sedikitnya enam rumah warga dilaporkan terdampak langsung, baik tertimpa material longsoran maupun pondasinya tergerus.3

D. Desa Glagah Kulon

  • Lokasi Spesifik: RT 04 RW 04.

  • Dampak: Material longsor berupa tanah dan bebatuan menutup sebagian bahu jalan utama desa. Hal ini mengganggu aksesibilitas namun tidak sampai memutus total jalur distribusi logistik warga.19

E. Desa Dukuhwaringin

  • Dampak: Jalan penghubung Dukuh Krajan – Ketanggi sempat tertutup material longsor.

  • Peran Strategis Pasca-Peristiwa: Setelah pembersihan cepat, jalur di desa ini (Portal Timur) dijadikan jalur alternatif pengalihan arus lalu lintas wisata karena jalur utama Colo terputus, menjadikan desa ini vital dalam manajemen krisis lalu lintas.20

F. Desa Kajar, Ternadi, Cranggang, dan Tergo

  • Kajar: Melaporkan 6 titik longsor yang mengganggu akses lingkungan.3

  • Ternadi: Terdapat 4 titik longsor. Dua rumah warga rusak, termasuk rumah milik Bapak Sarno di Dukuh Tawang Rejo yang mengalami kerusakan ringan.3

  • Cranggang & Tergo: Mengalami longsor skala kecil yang menutup saluran drainase dan jalan setapak, berkontribusi pada gangguan aktivitas pertanian warga.22

3.1.3. Analisis Tindakan dan Tanggapan

  • Warga: Masyarakat Kawasan Muria menunjukkan resiliensi tinggi dengan segera melakukan gotong royong (gugur gunung) membersihkan material longsor menggunakan alat seadanya sebelum bantuan alat berat tiba. Di Japan, warga membuat tanggul darurat dari karung pasir.

  • Stakeholder: Polres Kudus bergerak cepat menutup jalur barat Colo dan mengalihkan rute ke timur (Dukuhwaringin). BPBD memobilisasi alat berat loader dan crane untuk evakuasi kendaraan di jurang Colo yang memakan waktu berjam-jam.7


3.2. Kecamatan Dawe (Zona Bawah/Non-Muria)

Wilayah ini meliputi desa-desa di Kecamatan Dawe yang berada di elevasi lebih rendah, berfungsi sebagai zona transisi aliran air dari Muria menuju dataran rendah Mejobo.

Desa Terdampak Utama: Piji, Cendono, dan sekitarnya.

3.2.1. Profil Kecamatan Dawe (Secara Umum)

  • Luas Wilayah: Kecamatan Dawe merupakan kecamatan terluas di Kudus dengan luas 8.584 Ha (20,19% dari total wilayah kabupaten).24

  • Letak Astronomis: Terbentang antara 110°36' BT - 110°50' BT dan 6°51' LS - 7°16' LS.26

  • Demografi: Memiliki populasi yang tersebar dengan kepadatan sedang. Mata pencaharian beralih dari perkebunan di utara ke pertanian lahan basah dan industri kecil di selatan.

3.2.2. Dampak Peristiwa: Banjir Bandang dan Limpasan

Berbeda dengan Kawasan Muria yang didominasi longsor, wilayah Dawe bawah mengalami dampak dari runoff air yang masif.

  • Penyebab: Sungai Dawe dan Sungai Piji yang berhulu di Muria tidak mampu menampung debit air hujan. Kecepatan air sangat tinggi karena gradien kemiringan tanah yang masih cukup curam.

  • Kondisi Desa Piji dan Cendono:

  • Mengalami banjir limpasan (flash flood) yang membawa material lumpur pekat.

  • Talut-talut sungai di wilayah ini mengalami gerusan (scouring) hebat.

  • Akses jembatan penghubung antar-desa terancam putus akibat hantaman debris (potongan kayu dan sampah) yang terbawa arus sungai dari hulu.5

  • Warga di bantaran sungai mengalami kepanikan karena kenaikan muka air yang sangat cepat pada malam kejadian.


3.3. Kecamatan Gebog

Kecamatan Gebog menjadi lokasi dengan dampak kemanusiaan terbesar karena adanya korban jiwa. Wilayah ini memiliki karakteristik campuran antara pegunungan (Rahtawu) dan dataran (Gondosari/Kedungsari).

3.3.1. Profil Wilayah Kecamatan Gebog

  • Luas Wilayah: 5.505,97 Hektar (12,95% luas kabupaten).27

  • Letak Astronomis: 110°36' - 110°50' BT dan 6°51' - 7°16' LS.29

  • Geografis: Memanjang dari utara ke selatan sejauh 9 km. Desa Rahtawu merupakan desa terluas (29,24% wilayah kecamatan) dengan topografi sangat curam.30

  • Demografi: Penduduk di wilayah utara (Rahtawu/Menawan) relatif jarang, namun permukiman seringkali berada di lokasi berisiko tinggi (lereng bukit).

3.3.2. Dampak Peristiwa dan Tragedi Kemanusiaan

A. Desa Menawan (Dukuh Kambangan) - Lokasi Korban Jiwa

  • Waktu Kejadian: Minggu, 11 Januari 2026, pukul 07.00 WIB.

  • Kronologi Fatal:

  • Hujan deras mengguyur sejak hari sebelumnya.

  • Warga setempat, Ahmad Syauqon, melaporkan adanya suara gemuruh batu berjatuhan sebelum kejadian.

  • Tebing setinggi 15 meter di belakang sebuah toko sembako mengalami longsor.

  • Pemilik toko, Ibu Sriyatun, sempat keluar namun masuk kembali untuk mengambil tas.

  • Material longsor menghantam dinding belakang toko yang terbuat dari hebel hingga roboh.

  • Korban: Sriyatun meninggal dunia di tempat dalam posisi terjepit antara tembok dan kusen pintu. Suaminya, Nursidi, selamat karena berada di luar.15

  • Kondisi Pasca-Peristiwa: Trauma mendalam bagi warga sekitar. Proses evakuasi jenazah dilakukan oleh warga dan relawan dengan alat manual karena akses alat berat sulit.

B. Desa Rahtawu (Dukuh Semliro)

  • Kejadian: Tanah bergerak (land subsidence) yang diikuti longsor.

  • Dampak: Tiga rumah warga rusak tertimpa material tanah. Akses jalan utama menuju Rahtawu tertutup total, mengisolasi desa tersebut selama beberapa jam hingga alat berat didatangkan oleh Pemkab Kudus.32

  • Tindakan Warga: Warga telah mendeteksi retakan tanah sebelum kejadian, menunjukkan adanya upaya pemantauan mandiri, namun intensitas hujan mempercepat kegagalan lereng.34

C. Desa Kedungsari (Dukuh Ngrandu)

  • Kejadian: Banjir bandang akibat luapan Sungai Setro.

  • Dampak Unik: Satu unit mobil Grand Livina (Nopol K 1609 GB) berwarna silver milik warga bernama Syuaib hanyut terbawa arus sungai. Mobil tersebut sedang diparkir di halaman rumah yang berbatasan langsung dengan sungai. Air meluap setinggi 1 meter dengan arus sangat deras, menyeret kendaraan tersebut hingga hilang. Kerugian materiil mencapai Rp 90 juta.17


3.4. Kecamatan Mejobo

Kecamatan Mejobo menerima dampak banjir terluas karena posisinya sebagai daerah tangkapan air dari sungai-sungai yang berhulu di Dawe dan Gebog.

3.4.1. Profil Wilayah Kecamatan Mejobo

  • Luas Wilayah: 3.676,57 Hektar.35

  • Letak Astronomis: 110º36' - 110º50' BT dan 6º51' - 7º16' LS.36

  • Demografi: Kepadatan penduduk tinggi (1.723 jiwa/km²). Jumlah penduduk laki-laki 31.453 dan perempuan 31.106 (data estimasi BPS).37

  • Geografis: Dataran rendah aluvial yang dilintasi Sungai Piji dan Sungai Dawe. Sangat rentan terhadap banjir kiriman.

3.4.2. Dampak Peristiwa: Banjir Genangan Luas

  • Desa Terdampak: Mejobo, Jojo, Kesambi, Golantepus, Temulus, Tenggeles, dan Hadiwarno.38

  • Statistik Kerusakan:

  • Total 870 rumah terendam banjir di enam desa utama.39

  • Di Desa Mejobo saja, sebanyak 600 KK (1.741 jiwa) terdampak langsung.41

  • Ketinggian air bervariasi antara 20 cm hingga 60 cm di dalam rumah, dan lebih tinggi di jalan raya.41

  • Kondisi Masyarakat:

  • Pra-Peristiwa: Masyarakat sudah waspada mengingat sejarah banjir tahunan, namun intensitas kali ini melebihi prediksi.

  • Saat Peristiwa: Aktivitas ekonomi lumpuh. Banyak kendaraan roda dua mogok saat nekat menerobos banjir di jalan poros desa. Warga sibuk menyelamatkan barang berharga ke tempat lebih tinggi.

  • Pasca-Peristiwa: Muncul masalah kesehatan dan kebutuhan logistik. Pengungsian didirikan di Balai Desa Payaman (17 pengungsi) dan Desa Gulang (62 pengungsi).42


3.5. Kecamatan Kota Kudus

Sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, Kecamatan Kota mengalami dampak spesifik akibat kegagalan infrastruktur pengendali banjir.

3.5.1. Profil Wilayah Kecamatan Kota

  • Luas Wilayah: 1.047 Hektar (2,46% luas kabupaten), merupakan kecamatan terkecil namun terpadat.25

  • Letak Astronomis: 6°48′09″S 110°50′38″E.44

  • Demografi: Kepadatan penduduk tertinggi di Kabupaten Kudus, mencapai 8.499 jiwa/km².45 Urbanisasi tinggi menyebabkan berkurangnya daerah resapan air.

3.5.2. Dampak Peristiwa: Kegagalan Infrastruktur Sungai

  • Desa Singocandi:

  • Kejadian: Jebolnya tembok pembatas (tanggul) Sungai Gelis sepanjang 3 meter dengan tinggi 2 meter.

  • Penyebab: Debit air Sungai Gelis meningkat tajam akibat kiriman dari hulu (Gunung Muria) dan curah hujan lokal, memberikan tekanan berlebih pada struktur tembok tua.

  • Dampak: Enam rumah warga di RT 8 RW 3 terendam air bah dengan ketinggian mencapai 1 meter. Warga terpaksa mengungsi sementara.10

  • Kelurahan Purwosari:

  • Kejadian: Rumah warga di bantaran sungai mengalami abrasi pondasi yang parah.

  • Dampak: Bagian rumah milik Ahmad Kosim ambrol tergerus aliran sungai yang deras.12

  • Tindakan Stakeholder: Bupati Kudus turun langsung memberikan bantuan tunai dan sembako kepada korban di Purwosari serta memerintahkan perbaikan darurat tanggul di Singocandi.47


3.6. Kecamatan Jati

Kecamatan Jati berfungsi sebagai "mangkok" atau terminal akhir air di Kudus, menyebabkan banjir di wilayah ini bersifat stagnan (menggenang lama) dan sulit surut.

3.6.1. Profil Wilayah Kecamatan Jati

  • Karakteristik: Wilayah dengan elevasi tanah sangat rendah, seringkali berada di bawah muka air sungai saat pasang (backwater effect).

  • Infrastruktur: Sangat bergantung pada pintu air dan pompa pengendali banjir.

3.6.2. Dampak Peristiwa

  • Desa Terdampak: Jati Wetan, Tanjung Karang, Jetis Kapuan.

  • Kondisi Pengungsian (Data per 11 Januari):

  • Balai Desa Jati Wetan: Menampung 66 KK atau 233 Jiwa.

  • Gereja Tanjung Karang: Menampung 31 KK atau 119 Jiwa.

  • Gedung PKK Jetis Kapuan: 2 KK / 8 Jiwa.48

  • Dampak Lingkungan: Banjir di Jati Wetan cenderung berwarna hitam dan berbau karena bercampur dengan limbah domestik dan sulit mengalir keluar akibat tingginya debit Sungai Wulan. Upaya kerja bakti pembersihan gorong-gorong dilakukan untuk mempercepat surutnya air.49


3.7. Kecamatan Undaan

Wilayah ini adalah lumbung pangan Kudus. Banjir di sini berdampak langsung pada ketahanan pangan.

3.7.1. Profil Wilayah Kecamatan Undaan

  • Dominasi Lahan: Sebagian besar wilayah adalah lahan pertanian padi produktif.

3.7.2. Dampak Peristiwa

  • Desa Terdampak: Karangrowo, Ngemplak, Wates, dan Undaan Lor.

  • Skala Dampak:

  • Di Desa Karangrowo, sebanyak 1.890 warga terdampak genangan.

  • Di Desa Ngemplak, 1.775 warga terdampak.42

  • Sektor Pertanian: Ratusan hektar sawah terendam banjir (inundasi). Tanaman padi yang terendam lebih dari 3 hari terancam membusuk dan gagal panen (puso), menimbulkan kerugian ekonomi masif bagi petani.50


3.8. Kecamatan Kaliwungu

3.8.1. Profil Wilayah Kecamatan Kaliwungu

  • Luas: 3.271 Hektar (32,71 km²).52

  • Letak Astronomis: 6°51′0″LS - 7°16′0″LS dan 110°36′0″BT - 110°50′0″BT.53

  • Geografis: Berbatasan langsung dengan Kabupaten Jepara di sebelah barat.

3.8.2. Dampak Peristiwa

  • Desa Setrokalangan: Terutama di Dukuh Mijen, akses jalan terputus oleh genangan air. Wilayah ini sering terisolasi karena dikelilingi oleh alur sungai yang meluap. Meskipun belum ada evakuasi massal sebesar di Jati, mobilitas warga lumpuh total.54


4. Analisis Kausalitas dan Faktor Penyebab

Berdasarkan data lapangan, peristiwa ini bukan kejadian tunggal melainkan akumulasi dari berbagai faktor yang saling berkelindan:

  1. Faktor Meteorologis (Pemicu Utama): Intensitas hujan ekstrem yang terjadi terus menerus selama lebih dari 48 jam menyebabkan tanah mencapai titik jenuh (saturation point). Di lereng Muria, hal ini meningkatkan tekanan air pori (pore water pressure) dalam tanah, mengurangi kekuatan geser tanah, dan memicu longsor.2

  2. Faktor Geologis dan Topografis: Jenis tanah di Pegunungan Muria yang bersifat andosol dan latosol cenderung gembur. Dikombinasikan dengan kemiringan lereng yang curam (>45 derajat) di Rahtawu dan Colo, stabilitas lereng menjadi sangat rendah saat basah.7

  3. Degradasi Lingkungan: Banyaknya pohon tumbang yang terseret arus sungai mengindikasikan bahwa vegetasi penyangga di hulu tidak cukup kuat atau telah berkurang kerapatannya. Material kayu ini kemudian menyumbat jembatan (seperti di Colo), menciptakan bendungan alam sementara yang kemudian jebol dan menghasilkan daya rusak luar biasa.4

  4. Kapasitas Infrastruktur Hidrologi: Sungai Gelis, Piji, dan Dawe mengalami pendangkalan (sedimentasi). Kapasitas tampung sungai tidak sebanding dengan debit banjir kala ulang (return period) yang terjadi saat itu. Kegagalan tembok di Singocandi adalah bukti ketidakmampuan infrastruktur menahan beban hidrolis ekstrem.10


5. Tindakan dan Respons Stakeholder

Penanganan peristiwa di Kudus melibatkan pendekatan Pentahelix (Pemerintah, Masyarakat, Dunia Usaha, Akademisi, dan Media).

5.1. Pemerintah Kabupaten Kudus dan BPBD

  • Tanggap Darurat: BPBD Kudus langsung menetapkan status tanggap darurat peristiwa. Tim Reaksi Cepat (TRC) dikerahkan untuk evakuasi warga di titik rawan longsor dan banjir.

  • Logistik: Distribusi bantuan logistik (makanan siap saji, selimut, obat-obatan) dilakukan ke posko-posko pengungsian di Jati dan Mejobo.56

  • Intervensi Pimpinan: Bupati Sam'ani Intakoris turun langsung ke lapangan, memberikan bantuan tunai kepada korban rumah roboh, dan menginstruksikan Dinas PUPR untuk mendatangkan alat berat ke Rahtawu dan Colo guna membuka akses jalan.10

5.2. Kepolisian (Polres Kudus)

  • Manajemen Krisis: Kapolres Kudus memimpin koordinasi lintas sektoral. Langkah taktis yang diambil meliputi penutupan total jalur wisata Colo dari arah barat dan pengalihan arus melalui Dukuhwaringin untuk mencegah korban tambahan.23

  • Evakuasi Teknis: Satlantas Polres Kudus mengoordinasikan evakuasi kendaraan yang jatuh ke jurang di Colo menggunakan crane, memastikan tidak ada sisa bahan bakar yang mencemari sungai.9

5.3. Masyarakat dan Relawan

  • Resiliensi Komunitas: Di Desa Japan dan Rahtawu, warga secara mandiri melakukan ronda malam untuk memantau pergerakan tanah. Kerja bakti massal dilakukan segera setelah hujan reda untuk membersihkan lumpur dari jalan.

  • Dapur Umum: Relawan gabungan (Tagana, PMI, Organisasi Masyarakat) mendirikan dapur umum untuk melayani kebutuhan ribuan pengungsi. Kapasitas dapur umum ditingkatkan mengingat jumlah pengungsi di Jati Wetan terus bertambah.56


6. Kesimpulan dan Rekomendasi

Peristiwa banjir dan tanah longsor di Kabupaten Kudus pada Januari 2026 merupakan peristiwa berskala besar yang mengungkap kerentanan sistemik wilayah tersebut. Keterkaitan antara kerusakan di hulu (Muria) dan peristiwa di hilir (Mejobo/Jati) sangat nyata. Longsor di Colo bukan hanya masalah lokal Kecamatan Dawe, tetapi berkontribusi pada sedimentasi dan debris flow yang memperparah banjir di hilir.

Tragedi kematian di Desa Menawan menjadi pengingat keras akan bahaya bermukim di zona merah longsor tanpa mitigasi struktural yang memadai. Sementara itu, jebolnya tanggul di kawasan perkotaan menunjukkan perlunya audit menyeluruh terhadap infrastruktur pengendali banjir yang mungkin sudah menua.

Rekomendasi Strategis:

  1. Evaluasi Tata Ruang Kawasan Muria: Diperlukan penegakan hukum yang ketat terkait alih fungsi lahan di zona lindung Pegunungan Muria untuk mengembalikan fungsi hidrologis alaminya.

  2. Perkuatan Mitigasi Struktural: Pembangunan talut dan bronjong yang lebih kuat di titik-titik kritis sungai (Singocandi, Colo) serta normalisasi sungai Piji dan Gelis secara berkala.

  3. Sistem Peringatan Dini (EWS): Pemasangan alat deteksi pergerakan tanah (extensometer) sederhana di desa-desa rawan longsor seperti Rahtawu, Menawan, dan Japan, serta sirine banjir di sepanjang bantaran Sungai Gelis.


Tabel 1: Ringkasan Data Dampak Peristiwa Hidrometeorologi Kudus (Januari 2026)

Kecamatan

Jenis Peristiwa Dominan

Desa Terdampak Utama

Dampak Infrastruktur & Jiwa

Dawe (Muria)

Tanah Longsor

Colo, Japan, Kuwukan

Jembatan putus, 2 mobil jatuh ke jurang, jalan tertutup.

Dawe (Bawah)

Banjir Bandang

Piji, Cendono

Talut sungai rusak, akses jalan tergenang lumpur.

Gebog

Longsor & Banjir Bandang

Rahtawu, Menawan, Kedungsari

1 Korban Jiwa, 3 rumah rusak, 1 mobil hanyut.

Mejobo

Banjir Genangan

Mejobo, Jojo, Golantepus

870 rumah terendam, akses jalan lumpuh.

Kota

Banjir Luapan

Singocandi, Purwosari

Tanggul jebol, rumah roboh tergerus sungai.

Jati

Banjir Stagnan

Jati Wetan, Tg. Karang

Ratusan warga mengungsi, fasilitas umum tergenang.

Undaan

Banjir Pertanian

Karangrowo, Ngemplak

Ratusan hektar sawah terendam (risiko puso).

Sumber Data: Diolah dari laporan BPBD Kudus, Kepolisian, dan Observasi Lapangan.1

Referensi

  1. Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Kudus - Metro TV, diakses Januari 11, 2026, https://www.metrotvnews.com/read/b1oCOerY-hujan-deras-picu-banjir-dan-longsor-di-kudus

  2. Hujan Ekstrem Sebabkan Banjir dan Longsor di Kudus, Belasan ..., diakses Januari 11, 2026, https://jatengpos.co.id/pati-raya/2026/01/11/hujan-ekstrem-sebabkan-banjir-dan-longsor-di-kudus-belasan-ribu-jiwa-terdampak/

  3. 14.143 Jiwa Terdampak Bencana Hidrometeorologi di Kudus, diakses Januari 11, 2026, https://isknews.com/14-143-jiwa-terdampak-bencana-hidrometeorologi-di-kudus/

  4. Tumbangnya pohon saat banjir dan alarm kerusakan tanah di hulu, diakses Januari 11, 2026, https://www.antaranews.com/berita/5344065/tumbangnya-pohon-saat-banjir-dan-alarm-kerusakan-tanah-di-hulu

  5. Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Indonesia ..., diakses Januari 11, 2026, https://bnpb.go.id/berita/perkembangan-situasi-dan-penanganan-bencana-di-indonesia-pada-11-januari-2026

  6. Banjir Rendam Permukiman, Kawasan Masjid dan Makam Sunan ..., diakses Januari 11, 2026, https://www.liputan6.com/regional/read/6254419/banjir-rendam-permukiman-kawasan-masjid-dan-makam-sunan-kudus

  7. Truk dam Mobil Terjun ke Jurang akibat Jalan Menuju Makam Sunan Muria di Kudus Longsor, diakses Januari 11, 2026, http://regional.kompas.com/read/2026/01/10/193953178/truk-dam-mobil-terjun-ke-jurang-akibat-jalan-menuju-makam-sunan-muria-di

  8. Penampakan Dua Mobil Terperosok ke Jurang karena Longsor di Colo Kudus, diakses Januari 11, 2026, https://jateng.tribunnews.com/muria/1240032/penampakan-dua-mobil-terperosok-ke-jurang-karena-longsor-di-colo-kudus

  9. Detik-detik Evakuasi Dramatis Ertiga dan Truk Tangki Pakai Crane di Kawasan Wisata Colo, diakses Januari 11, 2026, https://jateng.tribunnews.com/muria/1239993/detik-detik-evakuasi-dramatis-ertiga-dan-truk-tangki-pakai-crane-di-kawasan-wisata-colo

  10. Banjir rendam sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus, diakses Januari 11, 2026, https://jogja.antaranews.com/berita/794537/banjir-rendam-sejumlah-wilayah-di-kabupaten-kudus

  11. Jalan Pantura Kudus-Pati Terendam Banjir - Koran Jakarta ®, diakses Januari 11, 2026, https://koran-jakarta.com/2026-01-11/jalan-pantura-kudus-pati-terendam-banjir

  12. Bupati Sam'ani Gerak Cepat Tangani Rumah Warga Purwosari ..., diakses Januari 11, 2026, https://diskominfo.kuduskab.go.id/portal/berita/id/bupati-samrsquoani-gerak-cepat-tangani-rumah-warga-purwosari-yang-tergerus-aliran-sungai

  13. BPBD Kudus mencatat tanah longsor terjadi di empat desa, diakses Januari 11, 2026, https://jateng.antaranews.com/berita/615501/bpbd-kudus-mencatat-tanah-longsor-terjadi-di-empat-desa

  14. Waspada, Bencana Tanah Longsor Tutup Akses Jalan dan Timpa Rumah Warga di Kudus - Radar Kudus, diakses Januari 11, 2026, https://radarkudus.jawapos.com/kudus/697055322/waspada-bencana-tanah-longsor-tutup-akses-jalan-dan-timpa-rumah-warga-di-kudus

  15. BREAKING NEWS, Toko Sembako di Kudus Roboh Diterjang Longsor, Sriyatun Tewas Terjepit, diakses Januari 11, 2026, https://jateng.tribunnews.com/muria/1240144/breaking-news-toko-sembako-di-kudus-roboh-diterjang-longsor-sriyatun-tewas-terjepit

  16. Video Inallilahi, Warga Kudus Meninggal Terjepit Tembok saat Longsor Timpa Desa Menawan, diakses Januari 11, 2026, https://jateng.tribunnews.com/video/1240149/video-inallilahi-warga-kudus-meninggal-terjepit-tembok-saat-longsor-timpa-desa-menawan

  17. Identitas Mobil Grand Livina Hanyut dalam Banjir di Sungai Setro Kudus, Milik Syuaib Warga Gebog, diakses Januari 11, 2026, https://jateng.tribunnews.com/muria/1240157/identitas-mobil-grand-livina-hanyut-dalam-banjir-di-sungai-setro-kudus-milik-syuaib-warga-gebog

  18. Bencana Hidrometeorologi Terjang Kudus, 14.143 Warga Terdampak, diakses Januari 11, 2026, https://harian7.com/2026/01/bencana-hidrometeorologi-terjang-kudus-14-143-warga-terdampak.html

  19. Hujan Deras Picu Longsor di Empat Titik Kecamatan Dawe, Akses ..., diakses Januari 11, 2026, https://suarabaru.id/2025/10/29/hujan-deras-picu-longsor-di-empat-titik-kecamatan-dawe-akses-jalan-sempat-tertutup

  20. Laporan Awal Tanah Longsor Kab. Kudus - BPBD Provinsi Jawa ..., diakses Januari 11, 2026, https://bpbd.jatengprov.go.id/main/laporan-awal-tanah-longsor-kab-kudus/

  21. Jembatan Colo Ambles, Jalur Utama Ziarah Sunan Muria Dialihkan ..., diakses Januari 11, 2026, https://jurnalpantura.id/jembatan-colo-ambles-jalur-utama-ziarah-sunan-muria-dialihkan-ke-portal-timur/

  22. Hujan Deras di Kudus Akibatkan Banjir dan Longsor - RRI, diakses Januari 11, 2026, https://rri.co.id/daerah/1290755/hujan-deras-di-kudus-akibatkan-banjir-dan-longsor

  23. Longsor di Colo Kudus, Rute Bus Peziarah Menuju Kawasan Makam Sunan Muria Dialihkan, diakses Januari 11, 2026, https://jateng.tribunnews.com/muria/1240029/longsor-di-colo-kudus-rute-bus-peziarah-menuju-kawasan-makam-sunan-muria-dialihkan

  24. http://kuduskab.bps.go.id, diakses Januari 11, 2026, https://web-api.bps.go.id/download.php?f=NMImRPCD6cNmkVbeZKNGtTF6T2ZjSWs4VEJPbExZQmZoL2pqWE50WFkxSmtjQ2NrcDY3eEcrZDl0T2xOa083c1U3KzhSUFI0VVdGNUlkcFQvSlNrcS9ZN1BzbVJiYlZNSUVMRVdzc3pOZGt3TC8xNXZaUnFacjBZcHVzOWdNL3k2VGtoZUdNcnZBTzVsbVJ0UkhuSjRSby83ZzYzNVlnckFFcGxVUDBEYmVZYTRSNStaUGs2SDNLV2JiRmp4SU42bVpTNENSOHhoOW8xSlVyL3RMcWpjK3BmSFZlaHE4S01VdkhDbGNOd0g5ZzBpWXFDUG5MRmVqWFJ2VVBzazduRVhnUG9mcjBzV0FOb0hCRlo=

  25. Wilayah Yurisdiksi - peta kabupaten kudus, diakses Januari 11, 2026, https://www.pa-kudus.go.id/tentang-pengadian/profil-pengadilan/wilayah-yuridiksi

  26. GEOGRAFIS | Kabupaten Kudus - WordPress.com, diakses Januari 11, 2026, https://sudrajat7.wordpress.com/geografis/

  27. http://kuduskab.bps.go.id, diakses Januari 11, 2026, https://web-api.bps.go.id/download.php?f=nwYQRN533PBuc0j7ye/j5UhTZlVaa24zL2RDNm50U3E1a2g2K2JjNlhZdHVma0FOTk5rYkRFSk94ajhoVTdvdXVYVytXMm5qNFUwSTZFT0E1TnZyZzIzSHJRWEJhQ2ZEVm05bWp1YnR6R1FOREYyOGZwaEVKek5JUHlTUzFTYXhxNU5MOGdQcDJydHdoKy9nSnFZd3VzNFpNTm5SR1RLZjk2YitUUWFSWE1wdlBnZW9SbWFIU1dmUnBRSGQ5RUdEc3BqTnR3QWo4NXMyS2tSWm9VUlZTeUxVYTRMVWhSdFlncEJoV3c9PQ==

  28. http://kuduskab.bps.go.id, diakses Januari 11, 2026, https://web-api.bps.go.id/download.php?f=VgUnSounBSJ7MYf8C8hVhWZJU2tmbVYzNUxGMCtqWHozWlpkR1NRSU45NVVya2svbFBMUG5Wc2dYNGVUS3hSdmJkVkhab3I1WHY3UTM1NFNoVENncGVKSzkvcWFWN0lxYlEzQ1dKdGxZakc0bEh3R2tiRnlBNVI1cnd6aFpXWG4zelA2ZXJnQTdvNklScXVqN0JXaitVK0hSaER4VXdjcXJRbTk5OUZMcnppZjQzUnJFK1pyTWVUVUhIQVoySWFNekJMSWF3ZmRSQlJZVWJHSzYvbXhUejZsWDRGWnExQXQ4NzhJTDRxT2xpazB1MEVqck1HbllrUFRQdElDZFdyazlQVmRiMm5ZU3dEYUVDRzc=

  29. BAB II GAMBARAN UMUM 2.1. Profil Kabupaten Kudus 2.1.1 ..., diakses Januari 11, 2026, https://eprints2.undip.ac.id/19583/3/Bab%202.pdf

  30. BAB II, diakses Januari 11, 2026, https://eprints2.undip.ac.id/31147/3/BAB%20II%20SKRIPSI.pdf

  31. Gebog, Kudus - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, diakses Januari 11, 2026, https://id.wikipedia.org/wiki/Gebog,_Kudus

  32. Tiga rumah terdampak tanah longsor di Kudus, diakses Januari 11, 2026, https://jateng.antaranews.com/berita/615609/tiga-rumah-terdampak-tanah-longsor-di-kudus

  33. Jalan Rahtawu Tertutup Longsor, Bupati Kudus Terjunkan Alat Berat, diakses Januari 11, 2026, https://jurnalpantura.id/jalan-rahtawu-tertutup-longsor-bupati-kudus-terjunkan-alat-berat/

  34. Tiba-tiba Tanah Bergerak dan Retak, 3 Rumah Rusak di Rahtawu Kudus, diakses Januari 11, 2026, https://jateng.tribunnews.com/muria/1240138/tiba-tiba-tanah-bergerak-dan-retak-3-rumah-rusak-di-rahtawu-kudus

  35. KECAMATAN MEJOBO - Badan Pusat Statistik, diakses Januari 11, 2026, https://web-api.bps.go.id/download.php?f=B4xXDB1fs1lmUe5P5qUTTHYwUVBwWDc2elc5N0gzc2pBYTdQWVVHcjNQbWR6Qnk3azlpTXUvK1dLampEa2xNeG9zTFpQZGUxdWxwYTJqbXNEcHBCWEltY010K2c1WDltaXFJNk13VzFSMUNHU2Ywb2xhUGJ3R3paZ1hNVkQzTDU2dlA2MEwrWFM3MUI3OU9sdmw1VmFiOEJvTjRmRXFMTGxmVFVLTEs0eFVwNkF0RUVhQmNOMklteXNtZndQc3VqenhYclkzc0Rzelcvbk0yK1ExcVBNNmdWNzJyVkt5WEEvRkEvdXJ5M3l5ekFWUjBOZXd5N1VRbUw5bW5oNDZwMGpkalM4TVJkUkljSUhEbko=

  36. Wilayah Desa - Desa Mejobo - Kabupaten Kudus, diakses Januari 11, 2026, https://desa-mejobo.kuduskab.go.id/artikel/2016/8/26/wilayah-desa

  37. Mejobo, Kudus - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, diakses Januari 11, 2026, https://id.wikipedia.org/wiki/Mejobo,_Kudus

  38. 4 Kecamatan di Kudus Terdampak Banjir, Ratusan Rumah Terendam, Ini Daftarnya - Radar Kudus, diakses Januari 11, 2026, https://radarkudus.jawapos.com/kudus/697055285/4-kecamatan-di-kudus-terdampak-banjir-ratusan-rumah-terendam-ini-daftarnya

  39. Banjir Rendam 870 Rumah di Kudus, BPBD Sebut Akibat Luapan ..., diakses Januari 11, 2026, https://timesindonesia.co.id/peristiwa-daerah/572959/banjir-rendam-870-rumah-di-kudus-bpbd-sebut-akibat-luapan-sungai

  40. Ratusan Rumah Terdampak Banjir Kudus, BPBD Catat 870 Hunian Terendam, diakses Januari 11, 2026, https://www.merdeka.com/peristiwa/ratusan-rumah-terdampak-banjir-kudus-bpbd-catat-870-hunian-terendam-519614-mvk.html

  41. Cuaca Ekstrem Terjang Kudus, Ribuan Warga Terdampak Banjir ..., diakses Januari 11, 2026, https://targetberita.co.id/cuaca-ekstrem-terjang-kudus-ribuan-warga-terdampak-banjir-dan-longsor/

  42. Update: 17 Desa di Kudus Terendam Banjir, 495 Jiwa Ngungsi, diakses Januari 11, 2026, https://jurnalpantura.id/update-17-desa-di-kudus-terendam-banjir-495-jiwa-ngungsi/

  43. http://kuduskab.bps.go.id, diakses Januari 11, 2026, https://web-api.bps.go.id/download.php?f=22zPhwbNlpDTCFE52RsVF0ZUSXhtSjhmeVhNTk1wZ1hVR3lhRDNscFV0T2ZhbmpsM0k1YlgzbEJEWEZkajdNQVZhRjRlRTNPMUNLQlI3cnNaMkh5N2hPTm5Oazd4Nm9MUmdndnlaakVjMVhKU1l5Q2dLYUtVY1MxVUxNdnRhQ3F3M2dVOVhNaStBY0NmZnc1UGNpTUFPdHVYdEdkcWFIUi9HeDNwYjliMEN5NmFraFlTSC9EUFFDbHkyRjcrL29kRmlNdk0zUElDdEo0ZzRFQjB4NnVpbWxlcVhPNC9ZODNkQTc3bmc9PQ==

  44. Kota Kudus, Kudus - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, diakses Januari 11, 2026, https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Kudus,_Kudus

  45. profil kabupaten kudus, diakses Januari 11, 2026, https://dishub.kuduskab.go.id/profil/id/profil-kabupaten-kudus

  46. Banjir Merendam Sejumlah Wilayah di Kabupaten Kudus - JPNN.com, diakses Januari 11, 2026, https://www.jpnn.com/news/banjir-merendam-sejumlah-wilayah-di-kabupaten-kudus

  47. Kunjungi Rumah Korban Hidrometeorologi, Bupati Perintahkan ..., diakses Januari 11, 2026, https://jurnalpantura.id/kunjungi-rumah-korban-hidrometeorologi-bupati-perintahkan-dinsos-dan-bpbd-ambil-langkah-darurat/

  48. Kondisi Terkini Bencana Banjir di Kabupaten Kudus., diakses Januari 11, 2026, https://bpbd.kuduskab.go.id/kondisi-terkini-bencana-banjir-di-kabupaten-kudus/

  49. Pemkab Kudus kerahkan masyarakat bersihkan gorong-gorong ..., diakses Januari 11, 2026, https://jateng.antaranews.com/berita/609937/pemkab-kudus-kerahkan-masyarakat-bersihkan-gorong-gorong-antisipasi-banjir

  50. Banjir Melanda Di Beberapa Wilayah di Kabupaten Kudus., diakses Januari 11, 2026, https://bpbd.kuduskab.go.id/banjir-melanda-di-beberapa-wilayah-di-kabupaten-kudus/

  51. Terendam Banjir, 438,10 Hektare Sawah di Kudus Gagal Panen, diakses Januari 11, 2026, https://visual.republika.co.id/berita/srgsgh375/terendam-banjir-43810-hektare-sawah-di-kudus-gagal-panen

  52. Kaliwungu, Kudus - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, diakses Januari 11, 2026, https://id.wikipedia.org/wiki/Kaliwungu,_Kudus

  53. sejarah kecamatan kaliwungu - Kabupaten Kudus, diakses Januari 11, 2026, https://kaliwungu.kuduskab.go.id/public/profil/sejarah

  54. Tanah Longsor di Kudus, Satu Orang Meninggal Dunia, diakses Januari 11, 2026, https://halosemarang.id/tanah-longsor-di-kudus-satu-orang-meninggal-dunia/

  55. Monitoring Dampak Banjir Limpasan di Kecamatan Jati dan ..., diakses Januari 11, 2026, https://bpbd.kuduskab.go.id/monitoring-dampak-banjir-limpasan-di-kecamatan-jati-dan-kecamatan-kaliwungu/

  56. Dirikan Posko Bencana dan Dapur Umum, BPBD Jepara Penuhi Kebutuhan Warga Terdampak - Radar Kudus, diakses Januari 11, 2026, https://radarkudus.jawapos.com/jepara/697053007/dirikan-posko-bencana-dan-dapur-umum-bpbd-jepara-penuhi-kebutuhan-warga-terdampak